The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Hirup Polutan PM2,5 Sehari Sama dengan Hirup Asap Rokok
Ilustrasi jogging. (Pexels/Andrea Piacquadio)
Health

Hirup Polutan PM2,5 Sehari Sama dengan Hirup Asap Rokok

Ini bahayanya.

Rabu, 18 November 2020 15:38 WIB 18 November 2020, 15:38 WIB

INDOZONE.ID - Polutan PM2,5 merupakan debu yang sangat kecil dan bahaya jika dihirup manusia. Menurut Dokter Spesialis Paru (Pulmonologist), dr. Erlang Samoedro, menghirup polutan tersebut dalam sehari sama saja seperti menghirup asap rokok.

"Kalau kita lihat PM2,5 yang kita hirup selama satu hari mungkin akan sama dengan kita menghisap satu batang rokok. Jadi menghirup polusi udara sama seperti kita menghirup rokok," kata dr. Erlang dalam webinar Nafas, Selasa (17/11/2020).

Jika seseorang menghirup polutan dalam jangka waktu lama, PM2,5 dapat menyebabkan kanker paru-paru karena polutan tersebut mengakibatkan peradangan pada paru. Orang-orang yang paling berisiko terkena penyakit akibat polutan ini, menurut dr. Erlang adalah anak-anak dan orangtua.

Tak hanya berisiko untuk anak-anak dan orangtua, orang yang berolahraga di luar ruangan dan menghirup polutan ini juga berisiko terkena penyakit. Mulai dari asma, penyakit napas, hingga kanker paru.

"Masalahnya kita berolahraga ingin cari sehat. Ketika kita berolahraga, kita menghirup udara yang lebih banyak. Jauh lebih banyak misalnya kita bernapas normal 15-20 kali. Kalau kita berolahraga bisa sampai 40 kali per menit kita menghirup udara. Jadi misalnya biasanya kita menghirup udara 10 liter jadi 40 liter udara yang dihirup," jelas dr. Erlang.

BACA JUGA: Olahraga di Tempat dengan Polusi Udara Justru Berisiko Timbulkan Penyakit

Kadar PM2,5 dikatakan dalam batas aman apabila berada di bawah level 100. Jika kadarnya di atas level 100, maka berbahaya untuk dihirup. Untuk mengetahui kadar polusi udara di Jakarta dan sekitarnya, bisa dilihat dari aplikasi kualitas udara.

"Kalau kadar PM2,5 level 100 itu bisa kebayang berapa banyak debu yang masuk ke dalam saluran napas kita. Jadi saat orang olahraga dan tidak olahraga, akan lebih banyak debu yang terpapar paru-paru pada orang yang berolahraga," lanjutnya.

Untuk mencegah risiko tersebut, ia menganjurkan seseorang yang akan berolahraga untuk selalu memeriksa kadar PM2,5 di tempat yang akan didatangi untuk berolahraga.



Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Utami Evi Riyani
JOIN US
JOIN US