The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kasus COVID-19 Kembali Naik, Wapres Ma'ruf Minta Prokes Diperketat: Masker Dipakai Lagi!
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin memberikan sambutan sebelum meresmikan gedung Universitas KH A Wahab Hasbullah (UNWAHA) Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Ilustrasi/ANTARA FOTO/Syaiful Arif)
Health

Kasus COVID-19 Kembali Naik, Wapres Ma'ruf Minta Prokes Diperketat: Masker Dipakai Lagi!

Jumat, 01 Juli 2022 20:00 WIB 01 Juli 2022, 20:00 WIB

INDOZONE.ID - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengimbau masyarakat kembali memperketat aturan protokol kesehatan (prokes), termasuk penggunaan masker. Hal ini menyusul kenaikan kasus COVID-19 yang kembali terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Wapres, penggunaan masker di ruang terbuka wajib dilakukan guna mencegah infeksi virus di tengah lonjakan kasus COVID-19.

"Protokol kesehatan tetap kita ketatkan, masker terutama ya, (saat) ada kenaikan terpaksa masker harus dipakai lagi. Jadi kelonggaran itu kita tarik dulu sampai nanti situasinya memungkinkan baru kita buka lagi," ucapnya seperti dikutip dari ANTARA, Jumat (1/7/2022).

Wapres juga menyebut saat ini kasus terus bertambah. Di mana berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, kasus positif COVID-19 di Indonesia pada hari ini Jumat (1/7)  bertambah sebanyak 2.049. Sehingga, totalnya menjadi 6.090.509 kasus.

Baca juga: Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia Akibat Infeksi Paru, Ini Penyebab & Gejalanya

Dengan sebaran Provinsi DKI Jakarta mengalami penambahan kasus positif paling tinggi, yakni ada 1.100 orang. Kemudian, Jawa Barat dengan 430 kasus baru, dan Banten 241 kasus.

Padahal pada 17 Mei 2022, Presiden Jokowi telah mengungkap poenagan COVID-19 di Tanah Air mulai terkendali sehingga dilakukan pelonggaran pemakaian masker di area terbuka.

"Kita sudah punya ukuran-ukuran, di daerah-daerah itu ada levelnya, kemarin sudah di level 1 semua. Jadi kalau ada daerah yang naik, ya terpaksa dinaikkan levelnya, kemudian juga ada pembatasan-pembatasan sesuai dengan levelnya," sambung Wapres.

Meski begitu Wapres berharap tidak ada kenaikan level pembatasan di masyarakat. Sebab akan berpengaruh terhadap roda perekonomian yang mulai bergerak. 

"Karena kita tidak ingin mengurangi mobilitas masyarakat, sebab itu berpengaruh pada perkembangan ekonomi kita yang sudah membaik," ungkapnya.

Karena alasan tersebut, Wapres pun meminta agar pemerintah daerah dapat melakukan pengendalian kasus positif di masing-masing wilayah kerja.

"Bagaimana kita mengendalikan, pendekatannya, pendekatan kedaerahan, provinsi mana yang ada kenaikan itu, kemarin itu DKI kan (yang kasusnya meningkat)? Jabotabek, itu yang kita coba atasi melalui kembali vaksinasinya digencarkan mungkin ada sudah mulai melemah ya kita vaksinasi kembali supaya memiliki kekebalan," bebernya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memperkirakan laju kasus COVID-19 di Provinsi DKI Jakarta akan segera mencapai puncak.

"Jakarta yang paling banyak kena Omicron. Kalau kata saya, Jakarta sebentar lagi sampai puncaknya," katanya saat menyampaikan keterangan pers di Gedung Kemenkes RI Jakarta Selatan, Rabu (29/6).

Pasalnya Menkes berkaca pada gelombang Delta yang terjadi di Indonesia pada Juli 2021. Di mana puncak kasus COVID-19 terjadi saat dominasi varian virus sudah di atas 80 persen dari total populasi.



Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Anisa Rizwani
JOIN US
JOIN US