The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mudah Lelah hingga Sesak, Ini Kondisi yang Dirasakan Orang dengan Gagal Jantung
Ilustrasi gagal jantung. (Freepik/@jcomp)
Health

Mudah Lelah hingga Sesak, Ini Kondisi yang Dirasakan Orang dengan Gagal Jantung

Ada penumpukan cairan di rongga paru.

Sabtu, 29 Januari 2022 14:38 WIB 29 Januari 2022, 14:38 WIB

INDOZONE.ID - Orang yang gagal jantung biasanya akan merasakan sejumlah keluhan saat beraktivitas, beberapa di antaranya adalah mudah lelah dan sesak napas.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Gagal Jantung dan Kardiometabolik Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PP PERKI), dr Siti Elkana Nauli.

Saat kemampuan jantung memompa darah berkurang, maka pasien tidak bisa mendapatkan oksigen untuk jaringan dan organ sehingga mengeluhkan mudah lelah.

Karena kapasitas jantung untuk menerima darah berkurang akibat peningkatan tekanan pada jantung yang mengalami kegagalan tersebut, maka akan menyebabkan penumpukan cairan di berbagai organ seperti paru-paru, hati, perut, ginjal dan bila sudah berat di kaki hingga paha.

Dr Siti menambahkan, terjadinya penumpukan cairan di kaki menandakan bahwa kondisi gagal jantung sudah tidak bisa tertolong lagi.

Bila tiba-tiba mudah lelah dan mengalami sesak napas artinya penumpukan cairan yang timbul di rongga paru sudah sangat banyak.

Jantung memiliki dua fungsi vital, yakni dalam pertukaran oksigen dengan  karbondioksida yang melibatkan jantung sisi kanan dan paru-paru serta memompa darah ke seluruh tubuh untuk bisa memenuhi kebutuhan masing-masing organ ketika seseorang sedang beraktivitas atau metabolisme saat istirahat.

Baca juga: 3 Penyebab Henti Jantung pada Orang Muda yang Harus Diwaspadai

Karena itu, ketika jantung mengalami kegagalan fungsi maka pasien akan merasakan mudah lelah dan mengalami sesak napas meski sedang beristirahat.

Orang dengan gagal jantung biasanya juga lebih memilih tidur dengan posisi duduk, tidak selera makan dan minum. Kalau pun makan, mereka akan merasa cepat kenyang karena adanya penumpukan cairan di saluarn cerna.

Adapun tanda gagal jantung yang tidak disadari pasien yaitu mudah pusing karena gangguan di sirkulasi otak akibat pompa jantung lemah atau tidak sampai ke otak dengan baik.

Selain ini, mereka juga biasanya akan terbangun tengah malam karena merasa sesak. Kemudian, di beberapa kondisi biasanya muncul batuk kering yang tidak bisa diobati dengan obat batuk.

Kondisi gagal jantung bisa berhubungan dengan beberapa kondisi lain yang juga berkaitan seperti gagal sirkulasi sehingga pasien lemas, ujung tangan dan kaki terasa dingin, gagal ginjal, stroke, aritmia atau gangguan irama jantung dan kasus paling banyak sebagai penyebab kematian pada gagal jantung yakni kematian mendadak.

Dr Siti mengungkapkan bahwa angka kematian global akibat penyakit jantung bisa meningkat hingga lebih dari 23.3 juta kematian setiap tahun jika tidak ditangani dengan baik.

Risiko gagal jantung meningkat pada kondisi hipertensi, penyakit jantung koroner, diabetes, riwayat keluarga dengan kardiomiopati, paparan toksin, penyakit jantung katup, gangguan fungsi tiroid, kebiasaan merokok dan sindrom metabolik.

Penyakit jantung koroner, hipertensi dan diabetes jadi penyumbang kasus terbanyak  sebagai penyebab gagal jantung di Indonesia.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
Dina
Dina

Dina

Writer
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US