Jangan Asal Memberi Madu Pada Anak Jika Tak Ingin Hal Ini Terjadi
Ilustrasi anak mengonsumsi madu. (MomJunction)
Health

Jangan Asal Memberi Madu Pada Anak Jika Tak Ingin Hal Ini Terjadi

Sabtu, 29 Februari 2020 15:55 WIB 29 Februari 2020, 15:55 WIB

INDOZONE.ID - Semua orang tentu tau bahwa madu memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Mulai dari memperkuat sistem imun, mencegah kanker, menurunkan kolesterol, hingga manfaat dalam bidang kecantikan misalnya untuk melembapkan kulit dan menghilangkan komedo.

Karena beragam manfaat inilah, banyak orang dewasa yang rutin mengonsumsi madu. Namun, tak hanya orang dewasa saja yang suka dengan madu, anak-anak pun suka mengonsumsi madu karena cita rasanya yang manis.

madu
ilustrasi ibu memberi anaknya madu (Healthline)

Tapi taukah kamu, tidak semua anak bisa diberikan madu. Hal ini karena pada usia tertentu, anak-anak rentan mengalami infeksi botulisme, yaitu kondisi keracunan serius yang disebabkan oleh racun dari bakteri Clostridium botulinum.

Gejala dari keracunan bakteri ini berupa menurunnya nafsu makan, sembelit, kelemahan otot, kelelahan, syara tangis yang lemah, kurangnya bentuk otot hingga kesulitan pada bayi untuk menghisap puting ibunya.

madu
ilustrasi anak mau mengonsumsi madu (FirstCry Parenting)

Di Indonesia sendiri, madu sering digunakan untuk menambah daya tahan tubuh serta menangkal flu dan batuk. Pada anak-anak sendiri, madu baru boleh diberikan saat usianya sudah satu tahun ke atas.

Cairan kental bercita rasa manis ini adalah salah satu produk yang kadang terkontaminasi dengan spora dari bakteri clostridium. Di dalam pencernaan sendiri, bakteri tersebut dapat berubah jadi bakteri baru hingga menghasilkan neurotoxin dalam tubuh anak yang bisa memicu botulisme.

Tak hanya mengalami botulisme, beberapa bayi bahkan mengalami kesulitan bernapas dan kejang-kejang usai mengonsumsi madu. Gejala dari anak yang mengalami botulisme biasanya terjadi sekitar delapan hingga 36 jam usai orang tua memberikan madu pada anaknya. Namun, ada beberapa kasus yang justru gejalanya akan timbul 14 hari setelah orang tuanya memberikan madu.

madu
ilustrasi anak mengonsumsi madu (FirstCry Parenting)

Para ibu harus tau, anak-anak yang berusia di bawah enam bulan rentang mengalami gangguan tersebut. Pemberian madu pada anak, dinilai aman ketika anak sudah berusia di atas satu tahun. Di usia ini, sistem pencernaan anak sudah berkembang lebih baik dan bisa melawan spora dari bakteri clostiridium. Selain itu, pemberian madu pada anak yang berusia di atas satu tahun juga baik untuk kesehatannya, karena mengandung mineral, enzim, vitamin B, vitamin C, asam amino dan antioksidan.

Selain dapat menimbulkan keracunan, pemberian madu atau gula pada anak juga dapat membuat kesehatan giginya terganggu.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Tonggo Simangunsong
Putri

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU