The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Benarkah Ponsel Bisa Berisiko Meningkatkan Kanker?
Ilustrasi penggunaan ponsel (Pexels/PhotoMIX Company)
Health

Benarkah Ponsel Bisa Berisiko Meningkatkan Kanker?

Sabtu, 21 November 2020 13:27 WIB 21 November 2020, 13:27 WIB

INDOZONE.ID - Hampir semua orang di dunia memiliki ponsel atau smartphone. Penggunaan ponsel saat ini sangat membantu kita untuk mencari berbagai informasi.

Namun penggunaan ponsel dikhawatirkan bisa menyebabkan kanker atau masalah kesehatan lainnya. Benarkah demikian?

Dilansir dari National Cancer Institute (NIH), ada tiga alasan utama kenapa banyak orang yang khawatir ponsel berpotensi menyebabkan kanker.

Ponsel memancarkan radiasi frekuensi radio atau gelombang radio yakni suatu bentuk radiasi non-pengion dari antena. Bagian tubuh terdekat dengan antena dapat menyerap energi ini.

Radiasi frekuensi radio salah satu bentuk radiasi elektromagnetik. Radiasi elektromagnetik dapat dikategorikan menjadi dua jenis: pengion (mis., Sinar-x, radon, dan sinar kosmik) dan non-pengion (misalnya, frekuensi radio dan frekuensi sangat rendah, atau frekuensi daya).

Energi radiasi elektromagnetik ditentukan oleh frekuensinya, radiasi pengion adalah frekuensi tinggi, sedangkan radiasi non-pengion adalah frekuensi rendah.

Medan elektromagnetik dalam rentang frekuensi radio digunakan untuk aplikasi telekomunikasi, termasuk telepon seluler, televisi, dan transmisi radio. Tubuh manusia menyerap energi dari perangkat yang memancarkan radiasi elektromagnetik frekuensi radio.

Paparan radiasi pengion, seperti dari sinar-X, diketahui meningkatkan risiko kanker. Tapi, meskipun banyak penelitian yang meneliti efek kesehatan potensial dari radiasi non-pengion dari radar, oven microwave, ponsel, dan sumber lain, tidak ada bukti konsisten  bahwa radiasi non-pengion meningkatkan risiko kanker pada manusia.

Para peneliti telah melakukan beberapa jenis studi epidemiologi pada manusia untuk menyelidiki kemungkinan hubungan antara penggunaan ponsel dan risiko tumor otak ganas (kanker), seperti glioma, serta tumor jinak (bukan kanker), seperti neuroma akustik.

Namun studi ini belum menunjukkan bukti yang jelas tentang hubungan antara ponsel dan kanker.

Itu artinya jika menggunakan ponsel dengan durasi yang wajar tidak menimbulkan masalah besar.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Muhammad Alfath Ishari
Fitri
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US