The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

3 Kasus Subvarian Omicron BA.2.75 Ditemukan, Anggota DPR: Kita Harus Lebih Waspada!
Ilustrasi tes PCR (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/rwa)
Health

3 Kasus Subvarian Omicron BA.2.75 Ditemukan, Anggota DPR: Kita Harus Lebih Waspada!

Perketat prokes!

Selasa, 19 Juli 2022 11:10 WIB 19 Juli 2022, 11:10 WIB

INDOZONE.ID - Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo memandang, munculnya subvarian terbaru dari COVID-19 Omicron, yaitu BA.2.75 di Indonesia harus mendapat perhatian serius dari semua pihak. Di mana setiap orang harus lebih berhati-hati terhadap infeksi virus tersebut.

“Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 belum mereda, kini muncul lagi varian baru yang berpotensi  lebih menular, yakni  BA.2.75. Kita memang tak perlu panik tapi fakta bahwa BA.2.75 sudah terdeteksi di Indonesia  harus membuat kita lebih waspada dan berhati-hati,” ujar Rahmad kepada Indozone, Selasa (19/7/2022).

Lebih lanjut, Rahmad mengungkap varian BA.2.75 yang pertama kali terdeteksi di India pada Mei lalu disebut-sebut penularannya lebih cepat dari varian BA.5 yang sangat menular. 

Di mana Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO mengkategorikan subvarian ini sebagai Variant of Concern (VOC) Lineage Under Monitoring (LUM). Artinya, varian ini tengah diawasi secara ketat oleh WHO.

“Memang varian terbaru BA.2.75, juga varian BA.4 dan BA.5 ini saat ini belum membebani rumah sakit  maupun lebih beresiko dibandingkan Delta dari data yang ada. Akan tetapi, kita  bisa berkaca dari kasus yang terjadi di beberapa negara, misalnya  Amerika, di mana saat ini kasus Covid di negara Paman Sam tersebut 80 persen didominasi varian BA.2.75, nah fakta ini harus membuat kita semakin waspada  sebab covid masih ada dan kita  belum tahu kapan berakhir,” bebernya.

Rahmad juga menambahkan secara global penularan COVID-19 masih  sangat dinamis.  Bahkan, dia mencontohkan kasus di beberapa  negara ada yang melampaui 100 ribu kasus per hari.

Adapun terkait dengan kondisi yang serba tak menentu saat ini, legislator PDI Perjuangan tersebut menyampaikan beberapa catatan penting yang menurutnya harus disampaikan semua pihak.

Salah satunya seperti istilah Immunity Indonesia yang belakangan ini sempat digembar-gemborkan, jangan sampai jadi ‘Jebakan Batman’. 

“Jangan sampai istilah tersebut mengesankan bahwa masyarakat sudah kebal berkelompok sehingga bisa bereuforia, bisa meninggalkan masker, tidak mengindahkan protokol kesehatan ini tidak boleh terjadi.

“Salah kaprah seperti ini sangat  beresiko karena varian BA.4 dan BA. 5 dan Subvarian baru terdeteksi BA.2.75 pun masih bisa menembus tubuh yang sudah divaksin booster sekalipun . Efek positif booster memang menghindarkan rasa sakit serius sampai kematian. 

Sekali lagi, orang yang sudah dibooster masih bisa ditembus sub varian omicron ini,” tambah Rahmad. 

Selain itu, dia menyebut virus tetap beresiko bagi yang punya komorbid (penyakit bawaan) dan yang belum divaksin.

Sebagai catatan kedua, Rahmad juga menyoroti program vaksinasi yang hingga saat ini belum sesuai harapan. Dikatakannya, vaksinasi  masih dibawah 70 persen sedangkan booster masih rendah sekali, yaitu masih di bawah 25% persen standar nasional.

Baca juga: Mahfud MD Positif COVID-19 Sepulang Ibadah Haji, Ngaku Tak Bergejala & Selera Makan Bagus

Adapun catatan ketiga, menurut Rahmad pemerintah harus terus meningkatkan surveillance testing tracing. Di mana pemantauan terhadap masyarakat ini menjadi salah satu kunci untuk melawan COVID-19.

Terakhir, Rahmad berpendapat level PPKM harus diperketat apabila muncul tanda-tanda kenaikan kasus yang lebih parah.

“Tugas pemerintah, harus memantau terus kenaikan kasus varian BA.4, BA.5 dan BA.2.75. Termasuk tingkat resiko varian baru tersebut harus dipantau apakah lebih, sama atau lebih ringan dibandingkan delta,” tandasnya.

Seperti diketahui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan telah menemukan kasus subvarian Omicron BA.2.75 di Indonesia. Hal ini pun dibenarkan oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Jubir Kemenkes RI) Mohammad Syahril.

“Benar (ditemukan kasus subvarian Omicron BA.2.75 di Indonesia),” kata Syahril kepada Indozone, Senin (18/7/2022).

Dia mengungkap saat ini ada tiga kasus subvarian Omicron BA.2.75 di Indonesia. Di mana ada 1 sampel di temukan di Bali yang berasal dari warga negara asing (WNA) dan 2 sampel berada di DKI Jakarta.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
Anisa Rizwani
Harits Tryan Akhmad

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US