The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ingin Deteksi Kejiwaan? Warga DKI Jakarta Bisa Konsultasi Via Aplikasi Ini
Ilustrasi orang yang punya masalah kejiwaan. (Pixabay)
Health

Ingin Deteksi Kejiwaan? Warga DKI Jakarta Bisa Konsultasi Via Aplikasi Ini

Bisa pakai E-Jiwa dan Sahabat Jiwa.

Rabu, 12 Oktober 2022 16:13 WIB 12 Oktober 2022, 16:13 WIB

INDOZONE.ID - Buat kamu yang ingin skrinning, deteksi dini, hingga konsultasi kesehatan jiwa, Pemprov DKI Jakarta bersama Ikatan Dokter Indonesia dan pihak swasta, telah meluncurkan fasilitas kesehatan baru.

Fasilitas tersebut berfungsi untuk mendeteksi dini masalah kejiwaan dan, dapat digunakan melalui aplikasi E-Jiwa dan Sahabat Jiwa.

"Manfaatkan fasilitas yang telah dikembangkan oleh Dinas Kesehatan, ada E-Jiwa, Sahabat Jiwa, silakan dimanfaatkan dengan baik," ucap Ketua Bidang Pengembangan Pelayanan Tingkat Pertama IDI Wilayah DKI Jakarta dr. Verry Adrian, M.Epid, dikutip Indozone, Rabu (12/10/2022).

Baca Juga: Cerita Wanita Idap Gangguan Bipolar, Bisa Tidur Sampai Dua Hari

Verry mengatakan, skrining dan deteksi dini kesehatan jiwa merupakan hal yang sangat penting. Apalagi, kondisi pandemi covid-19 menjadi salah satu pemicu yang mempengaruhi kesehatan mental.

"Kita perlu melakukan skrining, dan deteksi dini terkait kesehatan mental. Jangan sampai, ada hal-hal yang tidak diinginkan karena (masalahnya) tidak sejak awal dikelola dengan baik," ujar Verry.

Ia menjelaskan, E-Jiwa merupakan layanan yang dikembangkan untuk membantu masyarakat melakukan deteksi dini atau self assessment, terhadap kesehatan mental. Salah satu metode yang digunakan adalah SRQ-29.

"Caranya cukup mudah, tinggal menjawab pertanyaan-pertanyaan saja dengan jujur. Hasilnya nanti bisa dilihat kita masuk ke dalam kategori apa," katanya.

Verry mengatakan, pemanfaatan E-Jiwa sangat membantu masyarakat melakukan deteksi dini terkait masalah kesehatan jiwa. Sebab, menurutnya, kebanyakan orang enggak sadar kalau dirinya punya masalah tersebut.

Baca Juga: Cara Hadapi Anak yang Trauma Akibat KDRT

"Saya cukup terkejut, karena lebih dari separuh hasil asesmen di E-Jiwa itu menunjukkan adanya gangguan kesehatan jiwa. Kadang kita merasa baik-baik aja, ‘Ah paling kurang tidur atau kurang jalan-jalan’. Tapi ternyata, setelah menjawab dengan jujur, ada sesuatu yang salah," tuturnya.

Sedangkan Sahabat Jiwa, kata Verry, merupakan layanan telekonsultasi kesehatan jiwa, yang ditangani para psikolog klinis yang ada di puskesmas kecamatan di DKI Jakarta.

Melalui layanan ini, masyarakat bisa menceritakan masalah apapun, dan para psikolog akan membantu serta mengarahkan hal-hal apa saja, yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

E-Jiwa dan Sahabat Jiwa dikatakan Verry, dapat diakses melalui JakSehat, sebuah aplikasi kesehatan yang dikembangkan Dinkes Provinsi DKI Jakarta. Saat ini, aplikasi tersebut juga sudah terintegrasi dengan aplikasi Jakarta Kini (JAKI).

Baca Juga: Gen Z Selalu Dapat Stigma Mental Lemah saat Menghadapi Masalah, Benarkah?

"Alhamdulillah saat ini sudah terintegrasi dengan aplikasi JAKI. Dengan kita melebarkan sayap ke JAKI, mudah-mudahan akses (ke E-Jiwa dan Sahabat Jiwa) semakin banyak,” ujar Verry.

“Karena JAKI sudah diunduh oleh lebih dari 3,5 juta warga DKI dan non DKI. Jadi mudah-mudahan makin banyak orang yang bisa merasakan dampak dan manfaatnya," lanjutnya.

Meski saat ini layanan E-Jiwa dan Sahabat Jiwa baru bisa digunakan warga DKI, Verry mengatakan, enggak menutup kemungkinan jika ke depannya layanan tersebut juga bisa digunakan oleh warga non DKI.

"Karena ada beberapa inputan data yang menggunakan data DKI, saat ini masih untuk warga DKI dulu. Ini juga terkait dengan kemampuan teman-teman psikolog klinis. Takutnya kalau se-Indonesia masuk, jadi lamban responsnya dan menurunkan kualitas layanan," imbuhnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina Agustina
Achmad Rafiq
JOIN US
JOIN US