The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Waspada! Kasus COVID-19 Masih Tinggi, Gejala Awal Omicron Ternyata Bukan Demam
Ilustrasi Omicron (Freepik)
Health

Waspada! Kasus COVID-19 Masih Tinggi, Gejala Awal Omicron Ternyata Bukan Demam

Jangan abai prokes!

Selasa, 26 Juli 2022 11:41 WIB 26 Juli 2022, 11:41 WIB

INDOZONE.ID - Kasus COVID-19 di Tanah Air masih menunjukkan tren peningkatan sejak merebaknya subvaian baru Omicron BA.4 dan BA.5.

Bahkan berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan COVID-19, hingga Senin (25/7/2022) terdapat penambahan kasus Corona sebanyak 4.048. Sehingga, totalnya menjadi 6.172.390 kasus.

Sejalan dengan berkembangnya kasus, ditemukan pula bahwa gejala awal COVID-19 ternyata bukan demam. Hal ini berdasarkan laporan mayorita pasien yang menderita COVID-19 dalam beberapa kurun waktu belakangan. 

Di mana menurut studi gejala COVID ZOE, kelelahan justru menjadi gejala awal infeksi COVID-19 gelombang ini.

Baca juga: Waspada! Varian Baru Terus Bermunculan, Reinfeksi COVID-19 Bisa Setiap Bulan

Dilaporkan bahwa kelelahan bahkan lebih umum dari gejala biasa, termasuk demam, batuk, dan kehilangan atau perubahan indera perasa serta penciuman.

Gejala tersebut juga dilaporkan dianggap sebagai tanda awal dari infeksi yang sedang berlangsung. Sementara itu, terdapat perbedaan antara kelelahan yang dialami pasien COVID-19 dengan penyakit lainnya yang merujuk pada intensitas kelelahan.

ZOE menyebut pertanda ini tidak sama dengan rasa lelah atau mengantuk yang normal.

"Ini adalah jenis kelelahan ekstrim atau perasaan terhapus yang tetap ada meski sudah beristirahat atau tidur nyenyak," terang ZOE, seperti dikutip dari Express, Selasa (26/7/2022).

Aplikasi tersebut turut menambahkan bahwa kelelahan ekstrim yang muncul bisa mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Sebab rasa sakitnya dapat dirasakan bahkan saat hanya melakukan tugas-tugas kecil.

"Rasanya sulit untuk menaiki tangga, melakukan pekerjaan normal atau bahkan bangun dari tempat tidur," sambung ZOE.

Selain itu, ditemukan hal lain yang bisa terhambat akibat kelelahan yakni konsentrasi atau mengingat sesuatu. 

“Tanda-tanda tersebut digambarkan beberapa orang sebagai ‘kabut otak’,” beber ZOE.


Artikel Menarik Lainnya


TAG
Fahrizal Daulay
Anisa Rizwani

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US