The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

 Mengenal Strict Parents, Pola Asuh Ketat yang Buat Anak Terkekang
Ilustrasi strict parents (freepik.com)
Health

Mengenal Strict Parents, Pola Asuh Ketat yang Buat Anak Terkekang

Pola asuh ini membuat anak kurang dalam membangun batasan diri

Senin, 04 Juli 2022 14:28 WIB 04 Juli 2022, 14:28 WIB

INDOZONE.ID - Pola asuh yang diterapkan setiap orang tua tentu berbeda-beda. Namun, dari seluruh tipe asuhan yang ada, pola asuh ketat atau strict parenting menjadi salah satu yang buruk bagi kesehatan mental anak. 

Dengan tipe asuhan ini, tentu orang tau dapat memiliki anak sesuai dengan apa yang diharapkannya. Namun, hal ini membuat sang anak menjadi tertekan dan terkekang. Agar kamu terhindar dari pola asuhan ini, yuk kenali apa itu strict parents!

Pengertian Strict Parents 

strict parents
Ilustrasi strict parents (freepik.com)

Strict parents adalah sebutan bagi orang tua yang memiliki pola asuh ketat dan cenderung otoriter. Pola asuh ini biasanya diikuti dengan tuntutan dan kekangan pada anak. Tuntutan dan kekangan tersebut tidak disertai dengan responsif yang baik, sehingga sang anak menjadi tertekan. 

strict parents, sering menuntut segala macam hal pada anak, agar sang anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan apa yang dinilai orang tua baik. Jika anak diasuh dengan pola yang ketat seperti itu, sang anak sulit untuk melakukan mengelola dan mengendalikan perilakunya sendiri. 

Ini karena setiap hal yang dilakukan anak atas pemikirannya sendiri, sering dianggap salah, sehingga cenderung dihukum dengan keras. Ketika hal tersebut dilakukan sebaliknya, seringkali ditangkap dengan negatif oleh orang tua. 

Ciri-ciri Strict Parents 

strict parents
Pola asuh strict parents membuat anak tertekan (freepik.com)

Ciri-ciri strict parents perlu kamu ketahui agar terhindari dari sikap yang menekan batin anak ini. Pertama, strict parents cenderung menuntut dengan menerapkan banyak aturan bahkan hingga semua aspek kehidupan anak. 

Kedua, strict parents cenderung dingin, acuh, dan kasar. Dalam hal ini, kasar yang dimaksud adalah tidak jarang orang tua didapati memarahi dan meneriaki anak daripada memuji dan memberi dukungan. Hal ini dianggap strict parents sebagai perilaku disiplin. Ciri ini juga menjadi tanda bahwa strict parents tidak ragu dalam memberi hukuman. 

Ketiga, tidak memberi anak pilihan dan penjelasan. Dengan segudang aturan yang dimiliki strict parents, tentu sang anak menjadi tertutup akan pilihan yang ada. Sang anak cenderung mengikuti pilihan orang tua yang sering kali diberikan tanpa alasan yang jelas. 

Keempat, tidak mau percaya dan bernegosiasi dengan anak. Sesuai dengan namanya, strict parents, yang berarti ketat, tentu tak ada celah bagi anak untuk bernegosiasi atau kompromi dalam hal membuat keputusan. Sikap ini juga mengartikan bahwa orang tua strict parents tak memberikan kepercayaan pada anak. 

Kelima, sering melontarkan kata-kata yang membuat anak merasa kecil atau malu. Hal seperti ini dilakukan strict parents dengan tujuan agar anak merasa malu karena tidak bisa mematuhi atau memahami aturan dengan baik. 

Jadi, daripada sulit membangun emosi anak, orang tua lebih memilih untuk membuat rasa malu anak tumbuh agar bisa berbuat lebih baik. 

Apa Dampak Strict Parents bagi Anak?

strict parents
Anak dari strict parents cukup baik dalam menaati aturan (freepik.com)

Jika anak memiliki strict parents, artinya sang anak sangat disayangi oleh orang tua, sehingga sang anak diharapkan menjadi yang terbaik dan mendapatkan hal terbaik dalam hidupnya.

Akan tetapi, pola asuh ini dapat menyulitkan hidup sang anak sehingga dampak buruk pun akan terjadi pada sang anak, seperti diantaranya berikut ini, dilansir dari orami:

  • Merasa takut atau terlalu malu saat di sekitar orang lain
  • Mengaitkan kepatuhan dan kesuksesan dengan cinta
  • Mudah menyesuaikan diri, namun mudah pula mengalami depresi dan gangguan kecemasan
  • Memiliki perilaku yang lebih agresif terhadap orang lain
  • Memiliki perilaku prososial lebih sedikit
  • Mengalami kesulitan dalam situasi sosial karena kurangnya kompetensi sosial
  • Memiliki harga diri yang lebih rendah
  • Memiliki gejala masalah kepribadian seperti hiperaktif dan masalah perilaku
  • Kesulitan dalam mengendalikan diri

Pada dasarnya, anak-anak yang dibesarkan oleh strict parents berperilaku sangat baik dan sesuai aturan, namun hal ini tidak didorong dengan bertindak secara mandiri, sehingga membuat sang anak menjadi tidak pernah benar-benar belajar dan menetapkan batasan maupun standar pribadi pada diri sendiri. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Ikhsan
Ainal Zahra Nabila
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US