WNI dari Kapal Diamond Princess Bakal Diobservasi dengan Cara Khusus
Ilustrasi observasi WNI dari Diamond Princess (YAHOONEWS)
Health

WNI dari Kapal Diamond Princess Bakal Diobservasi dengan Cara Khusus

Cara yang dilakukan berbeda

Jumat, 21 Februari 2020 20:31 WIB 21 Februari 2020, 20:31 WIB

INDOZONE.ID - Sebanyak 74 WNI yang menjadi anak buah kapal (ABK) di Diamond Princess tengah menanti nasib kepulangannya. Mereka masih menunggu hasil skrining kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah Jepang. Selain itu, pemerintah Indonesia juga masih menyiapkan sejumlah opsi skema pemulangan para WNI.

Namun yang pasti, setelah para WNI dipulangkan ke Tanah Air, mereka akan menjalani masa observasi kesehatan. Perlakuan ini sama seperti yang diberlakukan terhadap para WNI yang dipulangkan dari Provinsi Hubei, Tiongkok, tempat pertama terjadinya penyebaran virus Covid-19.

Meskipun sama-sama menjalani masa observasi kesehatan, namun perlakuan yang diterima oleh para WNI dari kapal pesiar Diamond Princess akan berbeda. Hal ini dikarenakan gejala klinis  yang muncul terhadap pasien dalam pengawasan (PDP) dan pasien terkonfirmasi virus Covid-19 berbeda.



"Dari beberapa referensi kelihatannya sekarang pasien yang positif Covid-19 gejala klinisnya makin ringan, bahkan ada yang positif tanpa gejala. Artinya infeksi mulai bergeser seperti seasonal flu. Ini yang menjadi perhatian WHO dan kemudian kewaspadaannya makin ditingkatkan," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr Achmad Yurianto.



Dalam acara temu media, Jumat (21/2/2020), Yurianto menerangkan jika kasus penyebaran virus Covid-19 sekarang ini gejala seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas baru muncul setelah 14 hari. Selain itu, tingkat gejalanya makin ringan. Salah satu yang cukup signifikan adalah sesak napas menghilang.



"Kemudian kondisi ini membuat adanya kebijakan orang-orang yang berasal dari wilayah episentrum harus diobservasi selama 2x14 hari. Kami (Kemenkes) juga akan melakukan observasi selama 28 hari terhadap WNI dari Jepang," kata Yurianto.

Selain masa observasi kesehatan yang ditambah, perbedaan lainnya ada pada segi pemeriksaan. Walaupun nantinya pemerintah Jepang memperbolehkan para WNI pulang berdasarkan hasil pemeriksaan, Kemenkes akan melakukan pemeriksaan ulang. Pemeriksaan yang dilakukan pun bukan hanya fisik tapi juga laboratorium.

Langkah pertama pemeriksaan adalah skrining virus. Bahkan bisa langsung dilakukan rontgen terhadap paru-paru. Selain itu, spesimen para WNI juga akan langsung diambil untuk dilakukan pemeriksaan.



"Pemeriksaan ini penting karena pada saat karantina akan dilakukan clustering. Misalnya siapa yang di kapal teman sekamarnya positif di kumpulkan sendiri, yang tidak ada dikunpulkan sendiri. Jadi rencananya karantina dilakukan terpisah, tidak disatukan seperti Natuna," pungkas Yurianto.

TAG
Dinno Baskoro
Maria Adeline Tiara Putri