The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Idap Bipolar, Pesan Marshanda untuk Kamu yang Suka Self-Diagnosis Lalu Pamer di Medsos
Marshanda tersenyum ceria. (Instagram @marshanda99)
Health

Idap Bipolar, Pesan Marshanda untuk Kamu yang Suka Self-Diagnosis Lalu Pamer di Medsos

Minggu, 23 Januari 2022 17:11 WIB 23 Januari 2022, 17:11 WIB

INDOZONE.ID - Selebritas dan aktris Andriani Marshanda, atau yang lebih dikenal dengan nama Marshanda, membagikan saran untuk kamu yang suka melakukan diagnosa sendiri (self-diagnosis) kesehatan mental, lalu memamerkan hasilnya di media sosial.

Dalam acara bincang-bincang live Instagram "Self Awareness for Better Mental Health" dari Ms Learning & Grow pada Oktober 2021 lalu, Marshanda menyorot perilaku self-diagnosis yang menjadi tren di kalangan anak muda.

"It's almost like a trend, cuma baca karakteristik di Google lantas bilang 'wah ini gue banget, lalu dia announce ke temen-temennya kalau dia bipolar," kata Marshanda.

Marshanda yang juga mengidap gangguan mental saat usianya 15 tahun, menganjurkan agar self-diagnosis dihindari.

"Self diagnosis enggak boleh dilakukan, itu harus dilakukan oleh profesional," kata perempuan yang akrab disapa Caca itu.

Marshanda sendiri mengaku dia sudah didiagnosa bipolar sejak usia sekira 15 tahun. Sebelum usia 15, Marshanda mengaku kehidupannya baik-baik saja.

"Aku mulai modelling, syuting iklan dan fashion show di umur lima tahun , lalu umur 11 aku syuting 'Bidadari', aku tuh anak yang bahagia banget, aku cinta hidup, aku sangat suka syuting, suka sekolah. Suatu hari di usia 15 tahun, aku didiagnosa punya mental illness dari psikiater. What? Selama ini aku sudah perform di sekolah di syuting, aku bahagia, terus aku sakit jiwa? It was shocking," kata Marshanda yang sempat menyangkal kondisinya sampai empat tahun setelah didiagnosa itu.

Sampai akhirnya berusia 17 tahun, Marshanda akhirnya memutuskan untuk mendapatkan bantuan dari profesional untuk mengatasi masalah kesehatan jiwanya.

"Setiap rencana Allah yang diberikan pada aku, Dia punya rencana besar, Dia menanamkan challenge tapi at the same time memberikan keberanian untuk sharing, sekarang aku lihat banyak conversation untuk membicarakan mental health karena semua orang pasti puna tekanan, punya pain tapi yang paling penting," imbuh mantan istri dari Ben Kasyafani itu.

Kata Psikolog

Psikolog dari Universitas Indonesia Kasandra A. Putranto menyebut bahwa tindakan self-diagnosis berbahaya bagi kesehatan mental karena kekhawatiran yang tidak perlu dapat mengembangkan gangguan kecemasan.

"Mendiagnosa diri sendiri juga dapat membuat seseorang tidak bisa mendapatkan penanganan yang tepat," ujarnya, seperti dikutip dari Antara, Minggu (23/1/2022).

Masalah lain yang bisa lebih serius dari tindakan self-diagnosis adalah orang tersebut menjadi tidak terdiagnosis karena terlalu fokus pada penyakit atau gangguan yang belum tentu diderita.

"Dengan mendiagnosa diri dengan penyakit atau gangguan yang tidak tepat, dia akan mencari treatment yang tidak tepat pula. Hal itu juga bisa menyebabkan masalah lain tidak terdiagnosis, misalnya dia tidak sadar kalau punya komorbid," ujar Kasandra.

Untuk itu, Kasandra mengatakan pentingnya menghindari self-diagnosis dengan langsung konsulitasi kepada psikolog atau psikiater dan menyampaikan keluhan yang dirasakan agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

"Boleh riset dari sumber terpercaya, namun jangan terpaku pada satu jawaban dan tetap konsultasi pada orang yang tepat," kata Kasandra.

Ada pun tanda-tanda seseorang harus segera menemui psikiolog atau psikiater adalah ketika sudah mengalami kesulitan dalam mengontrol emosi dan tidak dapat bekerja atau melaksanakan tanggung jawab dengan efektif, mengalami gangguan pada pola tidur dan nafsu makan, mengalami trauma, tidak lagi menikmati aktivitas yang biasanya disukai, atau merasa kesulitan untuk membangun dan mempertahankan hubungan dengan orang lain.

"Kemudian juga saat sedang berduka atau merasa ingin memperbaiki diri tetapi tidak tahu bagaimana cara memulainya. Apalagi ketika individu sudah menggunakan obat-obatan atau seks sebagai cara coping, silakan konsultasi," imbuh Kasandra.

Artikel Menarik Lainnya:

Kerap Dilakukan, 3 Kebiasaan Ini Ternyata Picu Gangguan Mental

Lagi Tren Self-Diagnosis Kesehatan Jiwa di Kalangan Muda, Ini Bahayanya Menurut Psikolog

Gangguan Bipolar: Apa Saja Jenis-jenisnya dan Bagaimana Cara Mengenalinya?

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
JOIN US
JOIN US