The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Merasa Kesepian Berkepanjangan? Ini Tanda Kamu Sedang Hadapi Krisis Secara Tak Wajar!
Ilustrasi frustasi. (Photo/Ilustrasi/Unsplash)
Health

Merasa Kesepian Berkepanjangan? Ini Tanda Kamu Sedang Hadapi Krisis Secara Tak Wajar!

Sabtu, 17 Oktober 2020 19:23 WIB 17 Oktober 2020, 19:23 WIB

INDOZONE.ID - Psikolog klinis anak dan keluarga dari Tiga Generasi, yang bernama Saskhya Aulia Prima mengungkapkan bahwa merasa kesepian berkepanjangan merupakan salah satu tanda diri seseorang sedang menghadapi krisis secara tak wajar di masa pandemi COVID-19.

Menurut Aulia, kondisi tersebut bisa terjadi saat diri seseorang tidak mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitarnya, termasuk keluarga sendiri. Hal itu disampaikannya dalam webinar "Sehat Jiwa untuk Semua", Sabtu (17/10/2020).

“Memang saat krisis tidak dipungkiri ada sesuatu yang berubah, tetapi kita harus lihat yang masih wajar apa. Bosan tapi enggak ngapa-ngapain, sedih mulu ini tanda kita harus melakukan sesuatu untuk kesehatan mental,” kata Aulia, dilansir dari Antara.

Tak hanya kesepian, deadline atau pekerjaan juga menjadi hal yang sulit untuk diselesaikan. Kemudian, seseorang yang mengalami kriris tersebut, akan mendapatkan perasaan yang tidak nyaman secara berkepanjangan dan muncul muncul keinginan untuk menyakiti diri sendiri atau mengakhiri hidup.

Tanda lainnya, diri sulit untuk menemukan motivasi agar bekerja dan berusaha, serta melakukan kekerasan pada anggota keluarga juga menjadi tanda bahwa diri sedang menghadapi krisis.

“Ini wajar karena kita semua sedang mengalami ini,” tutur Saskhya.

Di sisi lain, Mona Ratuliu yang juga merupakan seorang psikolog mengatakan bahwa konflik dalam keluarga sesuatu yang wajar. Namun, yang tidak membuatnya normal adalah tak punya waktu untuk belajar memahami kondisi pandemi.

“Yang tidak normal adalah pandemi ini yang membuat kita terkurung di rumah 24 jam, tidak punya me time, ruang untuk sendiri, apalagi aku tinggal di apartemen, tidak selalu besar, tidak punya halaman, kalau turun ke bawah risiko bertemu dengan orang lain sangat tinggi. Jadi menurut aku ketika kemudian ada konflik itu wajar-wajar saja yang tidak wajar situasi seperti ini,” ujar Mona.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
M. Rio Fani
Kana

Kana

Editor
M. Rio Fani

M. Rio Fani

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US