The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Infeksi COVID-19 di Indonesia Meledak Lagi, Kenaikan Kasus Diduga Imbas Libur Lebaran
Sejumlah penumpang pesawat berjalan keluar setibanya di Terminal 2 Domestik Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten (Ilustrasi/ANTARA FOTO/Fauzan)
Health

Infeksi COVID-19 di Indonesia Meledak Lagi, Kenaikan Kasus Diduga Imbas Libur Lebaran

Tetap taat prokes!

Jumat, 20 Mei 2022 16:10 WIB 20 Mei 2022, 16:10 WIB

INDOZONE.ID - Infeksi virus SARS-CoV-2 kembali meningkat di Tanah Air. Kenaikan kasus yang terjadi belakangan diduga akibat mobilitas masyarakat selama libur Lebaran 2022. 

Mengutip dari data yang dipublikasikan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 hingga Kamis (19/5/2022), tercatat penambahan kasus menyentuh angka 53,8%.

Ada tambahan 318 kasus dari 127.464 spesimen yang diperiksa. Sehingga akumulasi positif COVID-19 saat ini lebih dari 6 juta kasus atau sebanyak 6.051.850 kasus.

Baca juga: Tetap Waspada! Menkes Sebut Kasus COVID-19 Bakal Kembali Melonjak di Akhir Mei

Meski demikian, ledakan kasus tidak sebesar seperti lebaran tahun-tahun sebelumnya. Bahkan jauh lebih rendah 34,6% dibandingkan sepekan sebelum libur cuti bersama yakni 22-28 April 2022. Di mana pada pekan tersebut, Indonesia melaporkan kasus baru sebanyak 3.477 kasus.

Selain itu, juga dilaporkan kasus yang sembuh dari COVID-19 yaitu ada 384 orang. Sehingga total sebanyak 5.891.574 orang sembuh.

Sementara jumlah yang meninggal juga kembali bertambah 12 orang. Sehingga total meninggal menjadi 156.510 orang.
 
Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin telah mewanti-wanti kenaikan kasus COVID-19. Dia menyebut kenaikan kasus yang bakal terus terjadi hingga akhir Mei 2022 dikarenakan dampak dari libur Lebaran kemarin.

"Kalau ditanya apakah ada kenaikan kasus usai Lebaran? Feeling saya ada," katanya dalam konferensi pers Pelonggaran Prokes dan Pengaturan Perjalanan, pada Selasa (17/5) lalu.

Menkes Budi juga berkaca pada pengalaman hari raya besar sebelum-sebelumnya bahwa usai libur panjang disertai mobilitas penduduk yang tinggi pasti bakal diikuti dengan kenaikan kasus. 

"Pengalaman melihat hari raya sebelumnya, yakni Natal dan Tahun Baru tahun lalu lalu Lebaran tahun lalu, biasanya indikasi kenaikan 27-34 hari sesudah hari raya. Jadi, kemarin kan (Lebaran tanggal) 2 Mei, ya kita lihat di akhir bulan ini.Tapi nanti kita tunggu dulu, supaya kita jeli melihat di akhir bulan ini,” paparnya.
 
 

Artikel Menarik Lainnya

TAG
M Fadli
Anisa Rizwani
M Fadli

M Fadli

Editor
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US