The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Seputar Rapid Test Corona (Covid-19): Prosedur, Biaya, Kelebihan dan Kekurangan
Ilustrasi hasil tes darah penderita corona. (REUTERS/Dado Ruvic)
Health

Seputar Rapid Test Corona (Covid-19): Prosedur, Biaya, Kelebihan dan Kekurangan

Rabu, 03 Juni 2020 16:27 WIB 03 Juni 2020, 16:27 WIB

INDOZONE.ID - Upaya mengurangi pandemi virus corona tengah dilakukan oleh berbagai negara di dunia, termasuk di Indonesia. 

Salah satunya, mengambil kebijakan untuk melakukan rapid test atau pemeriksaan tes cepat pada daerah-daerah yang ditemukan kasus positif Covid-19.

Di Indonesia sendiri, rapid test mulai dilakukan sejak 20 Maret 2020. Pemeriksaan rapid test untuk mendeteksi virus corona atau Covid-19 sudah dilakukan di sejumlah daerah di Indonesia.

prosedur rapid test corona covid-19 di Indonesia
Ilustrasi rapid test (Pexels/ThisIsEngineering)

Menurut juru bicara pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan pemerintah telah menyiapkan satu juta alat rapid test yang masuknya secara bertahap.

Namun, karena jumlahnya masih terbatas, rapid test corona belum bisa diberikan untuk seluruh masyarakat. Hanya orang-orang tertentu yang bisa melakukan rapid test tersebut.

Rapid test dilakukan hanya untuk orang-orang yang mengalami gejala virus corona dan pernah kontak dekat dengan orang yang positif corona atau pasien positif corona.

Seputar Rapid Test Corona atau Covid-19

seputar rapid test corona covid-19
Ilustrasi hasil tes darah penderita corona. (REUTERS/Dado Ruvic)

Berdasarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, rapid test menjadi syarat wajib bagi siapa saja yang harus bepergian.

Rapid test merupakan tahapan pemeriksaan (screening) awal virus corona dalam tubuh melalui sampel darah, untuk melihat apakah tubuh terpapar imunoglobulin (IgM) dan IgG penyebab Covid-19, atau tidak.

Mereka yang dalam pemeriksaan rapid test menunjukkan hasil positif statusnya dinyatakan sebagai orang dalam pemantauan (ODP).

Selanjutnya, mereka dengan hasil rapid test positif akan menjalani Swab Test yang menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk melihat hasil yang lebih spesifik.

apa itu rapid test corona covid-19
Ilustrasi rapid test (Pexels/ThisIsEngineering)

Melansir laman Alodokter, PCR adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus.

"Pedoman penegakan diagnosa konfirmasi Covid-19 adalah PCR test, bukan rapid test. Rapid test digunakan untuk screening menuju PCR test," demikian kata juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto kepada Indozone, Kamis (2/4/2020).

Artinya, rapid test fungsinya hanya untuk mendeteksi antibodi (respons dari sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus).

Namun, pembentukan antibodi IgM dan IgG biasanya butuh waktu cukup lama, sekitar 2-4 minggu sejak virus masuk ke dalam tubuh. Meskipun di dalam tubuh terdapat antibodi, bisa jadi virusnya sudah tidak ada.

Rapid Test Cepat Deteksi Corona, Seberapa Efektif?

rapid test untuk mendeteksi virus corona covid-19
Ilustrasi rapid test untuk Covid-19 (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Diakui, rapid test memang lebih cepat mendeteksi ada atau tidaknya virus corona baru di tubuh seseorang. Hasil pemeriksaannya pun relatif cepat yakni dalam waktu 10-15 menit.

Hanya saja, akurasi dari rapid test ternyata tidak sebaik pemeriksaan menggunakan PCR yang membutuhkan waktu sekitar 3-4 hari.

Hasil negatif pada rapid test tidak memberi jaminan bahwa yang diperiksa tidak sedang sakit. Karena, bisa saja pada pemeriksaan pertama didapatkan hasil negatif pada orang yang sebenarnya sudah terinfeksi virus corona baru, tapi respon imunitasnya belum muncul.

Menurut juru bicara penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, hal tersebut sering terjadi pada kasus infeksi yang masih di bawah 6-7 hari.

Untuk lebih memastikan, biasanya akan dilakukan rapid test kembali 7 hari kemudian dengan pemeriksaan sama, khusus mereka yang menunjukkan hasil negatif virus corona.

Maka dari itu, hasil pemeriksaan rapid test memang bukan pedoman untuk menentukan seseorang terinfeksi (positif) virus corona atau tidak.

Butuh pemeriksaan lebih lanjut dengan PCR test yang menggunakan antigen untuk mendeteksi keberadaan virus Covid-19 dan mengonfirmasi diagnosa secara akurat.

Ini artinya, PCR test memiliki sensitifitas yang jauh lebih tinggi dibanding rapid test.

Lokasi dan Biaya Rapid Test untuk Covid-19

lokasi dan biaya rapid test corona covid-19 di Indonesia
Ilustrasi rapid test (Freepik)

Rapid test untuk pemeriksaan Covid-19 tersedia di puskesmas seluruh Indonesia. Namun seperti yang sudah dijelaskan, rapid test hanya untuk pasien berstatus ODP, sehingga tidak perlu ke rumah sakit.

Selain di puskesmas, rapid test juga dapat diperoleh di berbagai fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta, atau bisa beli sendiri kit rapid test di aplikasi kesehatan online.

Biaya rapid test pun bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per boks. Harga rapid test itu berlaku di semua rumah sakit pemerintah/swasta, maupun jika membeli kit rapid test secara online.

Kelebihan dan Kekurangan Rapid Test Virus Corona

kelebihan kekurangan rapid test virus corona covid-19
Ilustrasi pengujian sampel darah terduga virus corona. (REUTERS/Dado Ruvic)

Ada beberapa kelebihan dari pemeriksaan rapid test untuk screening Covid-19, di antaranya:

  • Lebih menghemat waktu.
  • Tidak membutuhkan peralatan banyak.
  • Lebih mudah dilakukan dan hanya butuh training singkat.
  • Hanya membutuhkan sedikit darah dari ujung jari karena sama baiknya dengan darah dari vena (pembuluh darah).
  • Kemampuan rapid test lebih cepat mendeteksi antibodi IgG dan IgM dalam tubuh.
     

Di samping kelebihan itu, ada pula kekurangan rapid test virus corona yang bisa menyebabkan hasil positif palsu dan negatif palsu.

Adapun kekurangan rapid test untuk Covid-19 adalah tidak dapat mengonfirmasi keberadaan virus SARS-CoV-2, melainkan hanya sebagai pemeriksaan awal saja terkait ada tidaknya reaksi imunitas terhadap infeksi.

Selain itu, kekurangan rapid test ada pada tingkat keakuratan yang masih tergolong rendah. Ini karena rapid test hanya menggunakan spesimen darah.

Terkait pemeriksaan rapid test ini sendiri, WHO merekomendasikan rapid test imunodiagnostik hanya untuk penelitian saja, tidak untuk pengambilan keputusan klinis.

Di Indonesia sendiri, pelaksanaan rapid test dapat membantu pemerintah mengukur sejauh mana penyebaran infeksi Covid-19.

Hasil Rapid Test Corona Positif atau Negatif, Apa yang Harus Dilakukan?

hasil rapid test virus corona covid-19 di Indonesia
Ilustrasi sampel darah rapid test Covid-19 (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

Berdasarkan informasi yang dibagikan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui akun Instagram resmi @kemenkes_ri, ada hal-hal yang harus dilakukan jika hasil rapid test corona positif atau negatif.

Jika Hasil Rapid Test Covid-19 Positif

Kementerian Kesehatan RI mengimbau beberapa hal yang harus dilakukan apabila rapid test menunjukkan hasil positif, di antaranya:

  • Apabila tidak ada gejala seperti demam, batuk, tenggorokan gatal dan sesak nafas, maka kamu harus di rumah saja dan melakukan isolasi mandiri.
  • Selanjutnya hubungi layanan konsultasi kesehatan online (digital health), seperti SehatPedia, Halodoc, Alodokter, SehatQ, KlikDokter, ProSehat, doktersehat, Good Doctor, Docquity, dan lain-lain.
  • Jika muncul gejala seperti demam, batuk, tenggorokan gatal dan sesak nafas yang berat, segeralah hubungi fasilitas layanan kesehatan guna pemeriksaan lebih lanjut.
     

Jika Hasil Rapid Test Covid-19 Negatif

Selain itu, Kementerian Kesehatan RI juga mengimbau beberapa hal yang harus dilakukan apabila rapid test menunjukkan hasil negatif, meliputi:

  • Tetap berada di rumah dan lakukan jaga jarak fisik (physical distancing) dengan anggota keluarga.
  • Diimbau untuk melakukan tes ulang 7-10 hari kemudian di fasilitas layanan kesehatan terdekat.
  • Bila membutuhkan konsultasi, hubungi layanan digital health seperti SehatPedia, Halodoc, Alodokter, SehatQ, KlikDokter, ProSehat, doktersehat, Good Doctor, Docquity, dan lain-lain.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kementerian Kesehatan RI (@kemenkes_ri) on

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Rizka
Rizka

Rizka

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US