The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ini Risiko Kesehatan Bagi Wanita yang Menikah Dibawah 21 Tahun, Bahayakan Alat Reproduksi
Ilustrasi menikah dibawah umur. (Instagram/@makassar_iinfo)
Health

Ini Risiko Kesehatan Bagi Wanita yang Menikah Dibawah 21 Tahun, Bahayakan Alat Reproduksi

Minggu, 28 Maret 2021 14:45 WIB 28 Maret 2021, 14:45 WIB

INDOZONE.ID - Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN Dwi Listyawardani mengingatkan para pelajar perempuan untuk tidak menikah di bawah umur 21 tahun karena berisiko untuk kesehatan.

Menikah dibawah umur 21 tahun bisa sangat membahayakan bagian intim organ reproduksi yang masih dalam tumbuh kembang. Hal tersebut disampaikan oleh Dwi dalam kunjungan kerjanya di Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Pesantren Ushuluddin Singkawang, Minggu (28/3/2021).

"Jika perempuan menikah di bawah umur 21 tahun, maka sangat bahaya terutama pada bagian intim organ reproduksinya yang masih dalam tumbuh kembang, sehingga bisa mengakibatkan terjadinya kanker rahim dan sebagainya," ujar Dwi.

BKKBN sangat menganjurkan bagi perempuan untuk menikah minimal usia 21 tahun, sebab di usia tersebut pertumbuhan organ reproduksinya sudah baik.

Kebanyakan perempuan hamil di bawah usia 20 tahun, maka dapat menimbulkan risiko perdarahan, anemia, pre-eklampsia dan eklampsia, infeksi saat hamil, dan keguguran.

Dwi menambahkan, perempuan yang hamil dan melahirkan pada usia 10-14 tahun memiliki risiko 5 kali lebih besar dibandingkan dengan perempuan berusia 20-24 tahun.

Selain itu, pernikahan anak (umur di bawah 20 tahun) juga sangat berpengaruh kurang baik pada perkembangan kesehatan pada bayi baik fisik maupun mental. Bahkan tidak jarang karena hal ini akan menimbulkan cacat bawaan anak dan kasus stunting pada anak yang dilahirkannya.

"Dan tak kalah pentingnya, yaitu terjadinya pengaruh buruk terhadap perempuan yang menikah pada usia dini, seperti mental yang tidak cukup kuat bila menghadapi masalah-masalah rumah tangga hingga menyebabkan ketidakmandirian dan perceraian," ujarnya.

Menurutnya, seorang remaja telah mencapai kematangan emosional apabila pada akhir masa remaja (usia 17-22 tahun), ia dapat mengontrol emosi, memahami diri sendiri, dan mampu menilai situasi secara kritis terlebih dahulu sebelum bereaksi secara emosional.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina
Dina

Dina

Editor
JOIN US
JOIN US