The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pandemi Mengubah Rumah Sakit Jauh Lebih Canggih dengan Teknologi Digital
Press conference Future Health Index 2022. (INDOZONE/Fitri)
Health

Pandemi Mengubah Rumah Sakit Jauh Lebih Canggih dengan Teknologi Digital

Serba digital.

Kamis, 08 September 2022 10:00 WIB 08 September 2022, 10:00 WIB

INDOZONE.ID - Pandemi telah mengubah banyak hal mulai dari interaksi sosial yang dilakukan secara virtual hingga pelayanan rumah sakit yang menggunakan teknologi digital.

Ketika pandemi COVID-19 dimulai pada akhir 2019, berbagai rumah sakit mulai disadarkan dengan pentingnya digitalisasi untuk mempermudah pekerjaan, karena pandemi telah membuat orang-orang sulit keluar dari rumah.

Salah satu rumah sakit yang mulai memikirkan hal tersebut ialah RRSM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo). Pandemi membuat RSCM kelabakan, sehingga memikirkan pentingnya digitalisasi.

"Pertama kali RSCM dibuka matanya, kita perlu digitalisasi, gara-gara pandemi dan itu terjadi pada april 2020. Pada saat itu kita kelabakan sekali, walaupun ada rumah sakit yang dituju sebagai rujukan, tapi kita enggak bisa membiarkan pasien pergi begitu saja, karena pasien banyak sekali," jelas Lies Dina Liastuti, Sp.JP(K), M.ARS., Direktur Utama RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Rabu (7/9/2022).

Pandemi telah membuat RSCM berpikir keras bagaimana caranya dokter bisa bekerja di mana saja, karena saat pandemi orang-orang tidak boleh keluar rumah lantaran aturan PPKM dari pemerintah.

Baca juga: Pentingnya Teknologi Digital Guna Mempermudah Layanan Kesehatan di Rumah Sakit

Tak hanya itu, banyaknya pasien datang karena COVID-19 yang berpotensi menulari orang-orang di rumah sakit termasuk para medis. Sehingga perlunya komunikasi yang aman, saat itu pula RSCM meluncurkan aplikasi yang mempermudah komunikasi pasien dengan dokter.

"Bayangkan pada Juli 2021 1150 pasien per bulan datang dengan COVID-19 dan itu berpotensi menulari orang-orang di rumah sakit, jadi kita harus menjaga itu semua dengan komunikasi yang aman. Sehingga saat itu kita menyiapkan aplikasi 'Siapdok'. Kitalah yang pertama melakukan telekonsultasi," kata Lies Dina.

Menurutnya digitalisasi tidak hanya membantu secara klinis tapi juga membantu merapikan data di rumah sakit secara keseluruhan. Sehingga digitalisasi akan membantu mempermudah semua pihak yang bekerja di rumah sakit.

Namun, keamanan data pasien juga harus dipertimbangkan karena jika itu bocor rumah sakit bisa dituntut. Hal ini pula membuat rumah sakit RSCM sangat hati-hati dalam menerapkan teknologi digital.

Saat ini, RSCM sendiri berada pada level lima dan barharap terus berkembang dalam sistem teknologi.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina Agustina
Fitri
Fitri

Fitri

Writer
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US