The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Apa Sih Resesi Seks? Fenomena yang Bikin Amerika hingga Korea Selatan 'Ketar-ketir'
Ilustrasi hubungan seksual. (FREEPIK/racool-studio)
Health

Apa Sih Resesi Seks? Fenomena yang Bikin Amerika hingga Korea Selatan 'Ketar-ketir'

Angka kelahiran jadi menurun.

Rabu, 30 November 2022 15:30 WIB 30 November 2022, 15:30 WIB

INDOZONE.ID - Fenomena resesi seks kembali jadi sorotan dunia. Hal ini karena banyak negara yang mengalaminya, mulai dari negara Barat hingga Asia.

Belum lama ini Korea Selatan tengah menghadapi resesi seks karena rendahnya angka kelahiran dalam beberapa tahun terakhir.

Lantas, apa maksudnya resesi seks yang saat ini banyak mengancam negara di dunia?

Baca juga: Ada di Indonesia, Festival Berhubungan Seks dengan Orang Asing Demi Sebuah Keberuntungan

Resesi sendiri diartikan dengan kemerosotan. Itu artinya istilah resesi seks digunakan untuk menjelaskan menurunnya hubungan seksual, sehingga mempengaruhi angka kelahiran di suatu negara.

resesi seks
Ilustrasi resesi seks. (REUTERS/Thomas Peter)

Dilansir The Washington Post mengatakan bahwa adanya kekeringan seks di Amerika. Amerika mencatat bahwa 23 persen orang dewasa tidak berhubungan intim dalam satu tahun terakhir.

Pria muda yang tidak bekerja juga mendorong tren ini, di mana mereka enggan berhubungan seks.

Resesi seks tidak hanya terjadi  di Amerika Serikat, tapi juga terjadi di Korea Selatan, Jepang, China, hingga Singapura.

Banyak faktor yang membuat orang-orang usia produktif enggan melakukan hubungan seksual, menikah dan memiliki anak.

Pandemi COVID-19, perubahan iklim serta ekonomi menjadi faktor orang-orang dewasa muda enggan menikah dan memiliki anak.

Baca juga: Peneliti: Cacar Monyet Bisa Menular Lewat Hubungan Seksual dan Tetesan Pernapasan

Dilansir The Atlantic, kata resesi seks sendiri pertama kali dikemukan pada 2018 oleh Kate Julian, seorang peneliti dan penulis.

Menurut Kate ada sejumlah faktor sosial. budaya, dan teknologi yang membuat orang-orang di usia produktif enggan melakukan hubungan seks.

Resesi seks tidak hanya mempengaruhi jumlah penduduk suatu negara, tapi fenomena itu juga menyebabkan depresi ekonomi, di mana hal tersebut menjadi masalah serius untuk berbagai sektor mulai ritel hingga real estat.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina Agustina
Fitri
Fitri
Writer
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US