Perbedaan Radang Amandel dan Radang Tenggorokan
Ilustrasi perbedaan radang tenggorokan dan radang amandel (medinaction.com)
Health

Perbedaan Radang Amandel dan Radang Tenggorokan

Jumat, 17 Januari 2020 14:46 WIB 17 Januari 2020, 14:46 WIB

INDOZONE.ID - Radang amandel dan radang tenggorokan merupakan dua penyakit yang sama-sama terjadi di dalam area leher.

Umumnya, kedua penyakit ini disebabkan oleh virus dan bakteri. Gejala awalnya pun hampir mirip.

Karena kemiripan itu, kita terkadang sering keliru membedakan antara radang amandel dan radang tenggorokan.

Perbedaan Radang Amandel dan Radang Tenggorokan

Lalu, apa sih perbedaan antara radang amandel (tonsilitis) dan radang tenggorokan (faringitis)?

Berikut ulasannya dirangkum Indozone dari berbagai sumber:

1. Faktor Penyebab
 

faktor penyebab radang tenggorokan dan radang amandel
Ilustrasi penyebab radang tenggorokan (familydoctor.org)

Radang Tenggorokan:

  • Sesuai namanya, penyakit ini menyerang daerah tenggorokan, disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pyogenes.
  • Bisa muncul karena konsumsi makanan atau minuman mengandung zat kimia, pemanis buatan, dan bahan pengawet lainnya.
  • Dapat menular melalui udara dan berjabat tangan.
  • Sakit tenggorokan tidak melulu disertai dengan pembengkakan amandel.

Radang Amandel:

  • Disebabkan oleh virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh, seperti influenza, coronavirus, adenovirus, Epstein-Barr virus, dan herpes simplex virus.
  • Bisa menyebabkan pembengkakan pada kelenjar di sekitar mulut atau tenggorokan.
  • Ketika sakit amandel, biasanya jaringan sekitar tenggorokan ikut terinfeksi.
     

2. Gejala yang Dialami
 

Gejala radang amandel dan radang tenggorokan
Ilustrasi gejala radang amandel (medicalnewstoday.com)

Radang Tenggorokan:

  • Penderita biasanya akan mengalami rasa sakit di daerah tenggorokan, tepatnya di daerah laring, faring, dan kelenjar amandel.
  • Bagi masyarakat Indonesia, radang tenggorokan sering disebut dengan panas dalam.
  • Sulit atau sakit ketika menelan, sering disertai dengan infeksi seperti pilek atau flu.
  • Demam, nyeri otot, tenggorokan gatal dan merah, pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

Radang Amandel:

  • Ditandai dengan sulit menelan, demam, amandel membengkak, dan perubahan warna putih/kuning di sekitar amandel.
  • Perubahan warna itu merupakan bakteri atau jamur yang membuat badan menjadi demam. Jadi, itu harus segera dibersihkan.
     

3. Dampak yang Ditimbulkan
 

dampak radang tenggorokan dan radang amandel
Ilustrasi dampak radang tenggorokan (healthline.com)

Radang Tenggorokan:

  • Jika dibiarkan dan tak segera diobati, radang tenggorokan dapat memicu penyakit lain seperti demam rematik dan radang ginjal.
  • Pada anak-anak, dapat mengakibatkan muntah dan mual.

Radang Amandel:

  • Penurunan berat badan karena nafsu makan menurun drastis, leher kaku dan mengakibatkan sakit perut.
  • Jika sudah kronis, radang amandel akan sering kambuh, menyebabkan sesak napas, kesulitan tidur, dan bau mulut.
     

4. Usia Penderita
 

perbedaan radang amandel dan radang tenggorokan
Ilustrasi usia penderita radang amandel (NPR/Maggie Starbard)

Radang Tenggorokan:

Jenjang usia penderita radang tenggorokan sama saja di segala usia.

Radang Amandel:

Lebih umum terjadi pada anak-anak di bawah usia 18 tahun daripada orang dewasa, karena sistem imunitas anak lebih lemah.

5. Cara Pencegahan dan Pengobatan
 

pengobatan radang amandel dan radang tenggorokan
Ilustrasi pencegahan dan pengobatan radang amandel (netdoctor.co.uk)

Radang Tenggorokan:

Umumnya, radang tenggorokan akan mereda sendiri dalam waktu kurang dari seminggu tanpa obat.

Untuk mengurangi rasa sakit, dapat diatasi dengan melalukan beberapa cara, antara lain:

  • Berkumur dengan air garam hangat
  • Istirahat dengan cukup
  • Banyak minum air putih agar tidak dehidrasi
  • Tidak merokok dan hindari lingkungan berasap
  • Tidak konsumsi makanan atau minuman terlalu panas dan keras
  • Minum obat pereda rasa nyeri seperti ibuprofen atau parasetamol

Radang Amandel:

Radang amandel bukanlah penyakit serius, namun jika kondisi semakin parah lebih, segeralah periksakan ke dokter.

Untuk mengurangi rasa sakit, perbanyaklah minum air putih, konsumsi makanan lunak, dan minum obat pereda nyeri.

Jika radang amandel kronis dan sering kambuh, biasanya dokter akan melakukan tindakan operasi pengangkatan amandel.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Rizka
Rizka

Rizka

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US