The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

DPRD Kalteng Ingatkan Pemda Serius Sikapi Temuan Demam Babi Afrika
Tim dari Balai Veteriner Banjarbaru didampingi DTPHP Kalteng dan Distan Gunung Mas mengambil sampel babi mati di Kelurahan Kampuri, Kecamatan Mihing Raya, Kamis (7/10/2021). (ANTARA/HO-Distan Gumas)
Health

DPRD Kalteng Ingatkan Pemda Serius Sikapi Temuan Demam Babi Afrika

Kamis, 21 Oktober 2021 22:10 WIB 21 Oktober 2021, 22:10 WIB

INDOZONE.ID - Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah Lohing Simon mengingatkan sekaligus meminta kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota  agar menyikapi secara serius adanya temuan demam babi Afrika di wilayah provinsi ini.

Diketahui, sepekan terakhir ada ditemukan kasus kematian ternak babi milik masyarakat yang diduga akibat demam babi afrika atau African swine fever (ASF), kata Lohing di Palangka Raya, Kamis (21/10).

"Jika kondisi ini tidak segera ditanggulangi, tentunya akan menimbulkan masalah dikemudian hari dan sangat merugikan masyarakat peternak babi," ucapnya, seperti dilansir Antara.

Menurut wakil rakyat Kalteng dari daerah pemilihan I meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Gunung Mas dan Katingan itu, ada banyak masyarakat lokal di provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai-Bumi Pancasila ini, yang mata pencahariannya beternak babi.

"Itu kenapa kami berharap masalah penyakit demam babi Afrika ini dapat segera ditangani. Atau di cari cara mengantisipasi, agar tidak meluas," ucap Lohing.

Dia mengatakan bahwa masyarakat yang mempunyai usaha beternak babi juga berjuang memenuhi kehidupannya sehari-hari. Bahkan, ternak babi ini secara tidak langsung membantu pemerintah dalam hal penanggulangan kemiskinan dan pengangguran.

Ternak babi pun sebenarnya sudah sangat lama dilakukan oleh sebagian masyarakat di Kalteng. Untuk itu, sudah menjadi kewajiban pemerintah membantu para peternak babi menyelesaikan sejumlah masalah, termasuk Demam Babi Afrika ini.

"Saya juga mengimbau kepada masyarakat yang memiliki hewan atau peternakan babi, agar ketika menemukan hal aneh atau ternak tiba-tiba mati, dapat segera melaporkannya ke dinas terkait agar dapat ditangani secepatnya," demikian Lohing.

TAG
Zal
Zal

Zal

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US