The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Benarkah Darah Pasien yang Sembuh Corona Bisa untuk Obati Orang Lain?
Ilustrasi darah penderita corona (The Federal)
Health

Benarkah Darah Pasien yang Sembuh Corona Bisa untuk Obati Orang Lain?

Kamis, 26 Maret 2020 10:17 WIB 26 Maret 2020, 10:17 WIB

INDOZONE.ID - Melihat wabah virus corona yang terus menyebar ke sejumlah negara. Hingga sampai saat ini, ribuan nyawa melayang karena virus ini.

Meskipun banyak jiwa melayang karena virus ini, nyatanya ada sejumlah orang yang dinyatakan sembuh dan negatif dari virus ini.

Guna menekan penyebaran virus corona yang semakin meluas, para ahli dan tim medis berupaya sedemikian rupa untuk mencari vaksin penyembuh virus corona.

darah pasien corona
Ilustrasi sampel darah pasien corona. (pixabay/Gerd Altmann)

Untuk memperoleh vaksin yang tepat, tim medis membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Ada berbagai tahapan yang harus dilalui agar vaksin ini benar-benar efektif digunakan.

Melihat ada sejumlah orang yang berhasil sembuh, muncul pertanyaan bagi sebagian orang, apakah darah pasien yang telah sembuh, bisa digunakan untuk menyembuhkan pasien corona lainnya?

Para peneliti di Universitas Johns Hopkins di Baltimore, Maryland, Amerika Serikat mengatakan, obat untuk memperlambat penyebaran virus corona mungkin berasal dari darah pasien yang sudah sembuh.

Sistem pengobatan dengan memanfaatkan darah pasien yang sembuh ini dikenal dengan istilah serum pemulihan.

darah pasien corona.
Metode serum pemulihan. (REUTERS/Andreas Gebert)

Metode pengobatan seperti ini sebenarnya bukanlah hal yang baru di dunia medis. Metode ini sendiri akan bekerja dengan cara memasukkan antibodi penangkal virus dari darah pasien yang sudah sembuh, ke dalam tubuh pasien yang terinfeksi virus yang sama.

Walaupun penerapan metode ini belum merata, namun cara ini sudah ada sejak seabad yang lalu.

"Tahun 1918 saat epidemi virus di Spanyol, para ilmuwan melaporkan transfusi darah yang dilakukan oleh pasien yang telah sembuh dapat menurunkan jumlah kematian sebanyak 50% dari orang-orang yang sakit parah," ujar Kepala Departemen Mikrobiologi dan Imunologi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg, Dr Arturo Casadevall yang dilansir dari nbcnews.com.

Metode serum pemulihan ini diketahui pernah diterapkan untuk memperlambat penyebaran penyakit polio dan campak. Namun, saat itu metode ini tak banyak disukai orang-orang.

Barulah pada tahun 1950-an, muncul metode baru untuk menekan penyebaran penyakit dengan vaksin modern dan obat antivirus.

darah pasien corona
Staf medis membuat vaksin penyakit. (REUTERS/Bing Guan)

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Casadevall dan temannya, Dr Liise-anne Pirofski menunjukkan, serum yang dikumpulkan dari pasien yang telah sembuh mungkin bisa menjadi alternatif penyembuh virus corona.

Sementara itu, Dr Jeffrey Henderson, asisten profesor kedokteran dan mikrobiologi molekuler di Fakultas Kedokteran Universitas Washington mengungkapkan, metode transfusi darah dari pasien yang sembuh ke pasien terinfeksi sangat mudah.

"Meski tetap memiliki risiko dalam mentransfusikan darah, namun cenderung aman dilakukan," ujarnya.

Darah pasien yang telah sembuh dipercaya bisa menyembuhkan pasien lainnya, karena darah pasien yang sembuh tersebut mampu membuat antibodi terhadap patogen yang terinfeksi.

Antibodi tersebut akan terus ada di dalam tubuh selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Di sisi lain, Dr Zhang Wenhong yang merupakan dokter di Tiongkok mengatakan, metode transfusi darah setidaknya bisa memotong masa pemulihan dari yang 10 hari menjadi lima hari.

Dengan begini, maka pasien bisa sembuh lebih cepat dari yang diperkirakan.

Kendati demikian, metode ini belum tentu efektif untuk menyembuhkan pasien corona. Diperlukan riset yang lebih mendalam lagi, untuk menguji kebenarannya.
 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Putri
Zega

Zega

Editor
Putri

Putri

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US