The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Gaduh BPJS Kesehatan Khusus Orang Kaya, Berikut Penjelasan Menkes
Ilustrasi Petugas melayani warga di Kantor Pelayanan BPJS Kesehatan di Jakarta. (Antara)
Health

Gaduh BPJS Kesehatan Khusus Orang Kaya, Berikut Penjelasan Menkes

Akan ada layanan KDK.

Rabu, 30 November 2022 08:28 WIB 30 November 2022, 08:28 WIB

INDOZONE.ID - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin buka suara terkait rencana pembentukan BPJS Kesehatan khusus orang kaya. Ditekankan bahwa, program BPJS Kesehatan untuk orang kaya bukan untuk membedakan fasilitas pelayanan.

Tugas BPJS Kesehatan adalah untuk melayani dan melindungi seluruh penduduk Indonesia tanpa pandang bulu. Namun ke depannya, layanan yang bisa digunakan oleh seluruh masyarakat merupakan kebutuhan dasar kesehatan (KDK).

KDK tersebut merupakan paket dasar yang cakupan layanannya terbatas untuk jenis penyakit tertentu. Sehingga, tidak lagi hanya mengandalkan BPJS Kesehatan.

"BPJS Kesehatan itu harus kasih paket dasarnya untuk seluruh 270 juta rakyat Indonesia, ada namanya KDK. Itu seluruh Indonesia, mau kaya atau miskin, muda atau tua, bisa ambil itu," katanya saat ditemui Indozone di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2022). 

Meski ia tidak merincikan jenis layanan KDK yang dimaksud, namun layanan ini akan disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki pemerintah.

Baca Juga: Soroti Konglomerat Pakai BPJS Kesehatan, Menkes: Enggak Tepat Kami Bayarin

"Paket dasar ini harus yang sesuai dengan kemampuan dari negara. Kalau dia ngasihnya terlalu tinggi, itu pasti akan defisit terus. Sekarang hitung-hitungannya itu cash-nya terlalu tinggi, sekarang bagaimana supaya tetap bisa ngasih layanan bagus? Harusnya paket dasar seluruhnya, semua orang dapat," katanya.

Menanggapi kegaduhan kasus ini, Menkes Budi mendorong orang kaya untuk mendapat layanan kesehatan tambahan dengan membeli asuransi swasta. Layanan tersebut bisa dikombinasikan dengan paket yang diberikan BPJS Kesehatan

"Misalnya cancer kan ada yang namanya bedah, kemoterapi, radioterapi, sama imonoterapi. Sekarang yang imonoterapi kita belum mampu untuk cover karena terlalu mahal. Itu biarin yang kaya cover-nya lewat asuransi swasta, tapi yang miskin cover-nya lewat dibayarin pemerintah," imbuhnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina Agustina
Achmad Rafiq
Razdkanya Ramadhanty
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US