The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mengenal Panic Attack, Kondisi Mental yang Bisa Pengaruhi Kualitas Hidup Seseorang
Ilustrasi serangan panik. (Freepik)
Health

Mengenal Panic Attack, Kondisi Mental yang Bisa Pengaruhi Kualitas Hidup Seseorang

Kamis, 10 Maret 2022 16:30 WIB 10 Maret 2022, 16:30 WIB

INDOZONE.ID - Penyakit mental sama halnya dengan panyakit fisik yang memiliki banyak jenis. Ada banyak jenis penyakit mental, salah satu yang cukup umum ialah panic attack atau serangan panik.

Serangan panik adalah perasaan takut yang muncul secara tiba-tiba memicu reaksi fisik ketika ada bahaya nyata atau penyebab yang jelas.

Kondisi ini bisa sangat menakutkan, karena saat serangan panik terjadi kamu mungkin berpikir kehilangan kendali, mengalami serangan jantung bahkan sampai sekarat.

Baca juga: Kamu Harus Tau, Ini Penyebab Serangan Panik dan 4 Cara Mengatasinya

Beberapa orang ada yang hanya mengalami satu atau dua kali serangan panik dalam hidup mereka, dan setelah itu masalah hilang. Tapi ada juga orang yang mengalami serangan panik berulang, kondisi ini bisa disebut gangguan panik.

Meskipun serangan panik tidak mengancam jiwa, namun kondisi ini dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang.

Serangan panik biasanya dimulai secara tiba-tiba tanpa peringatan. Bisa saja terjadi saat mengendarai mobil, saat tidur, di mal atau saat pertemuan bisnis.

Dilansir Mayo Clinic, ada beberapa gejala atau tanda dari serangan panik yang harus kamu ketahui.

  • Merasakan adanya bahaya yang akan datang
  • takut kehilangan kendali atau kematian
  • detak jantung yang cepat dan berdebar-debar
  • berkeringat
  • gemetar
  • sesak napas atau sesak di tenggorokan
  • panas dingin
  • mual
  • kram perut
  • sakit dada
  • sakit kepala
  • pusing, sakit kepala ringan atau pingsan
  • sensasi mati rasa atau kesemutan
  • perasaan tidak nyata atau terlepas.

Salah satu yang terburuk dari serangan panik ialah ketakutan yang kuat bahwa kamu akan mengalami serangan lagi.

Tidak diketahui apa yang menyebabkan serangan panik atau gangguan panik, tetapi faktor-faktor ini mungkin berperan:

  • Genetika
  • stres utama
  • temperamen yang lebih sensitif terhadap stres atau rentan terhadap emosi negatif
  • perubahan tertentu pada bagian otak kamu yang berfungsi

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Fitri
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
Fitri

Fitri

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US