The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mr.P Bengkok Sempat Viral di Twitter, Apa Penyebabnya?
Ilustrasi pasangan bercinta. (freepik/racool_studio)
Health

Mr.P Bengkok Sempat Viral di Twitter, Apa Penyebabnya?

Peyronie disease.

Kamis, 23 Juli 2020 18:38 WIB 23 Juli 2020, 18:38 WIB

INDOZONE.ID - Baru-baru ini media sosial diramaikan dengan suatu video dewasa yang tersebar. Banyak netizen yang salah fokus dengan video tersebut. Bukan pada adegan, netizen malah mengomentari bentuk Mr P pria ketika ereksi. Dalam video terlihat Mr P melengkung atau bengkok ke atas ketika ereksi.

Menurut dr Johannes Soedjono, M.Kes., SpAnd., Mr P yang bengkok dalam dunia medis dikenal dengan istilah Peyronie disease.

“Mr P bengkok itu Peyeronie disease. Bisa mengganggu ereksi  pada pria karena menimbulkan nyeri,” ujar dr Johannes kepada Indozone saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (23/7/2020).

Peyronie disease bisa dialami oleh pria pria dari berbagai kalangan usia. Meskipun prevalensinya lebih banyak pada pria lanjut usia. Berdasarkan data, 3-9% pria di dunia terkena penyakit ini.

Sementara itu, melansir Mayo Clinic, penyakit Peyronie adalah suatu kondisi non-kanker yang terjadi akibat jaringan parut fibrosa yang berkembang pada Mr P. Kondisi ini sebenarnya tidak perlu memprihatinkan.

Namun pada beberapa pria bisa terasa sangat nyeri ketika ereksi terjadi. Selain itu, penyakit ini bisa memicu terjadinya disfungsi ereksi yang berdampak pada stres dan kecemasan.

Penyakit Peyronie membutuhkan perawatan khusus untuk mencegahnya menjadi lebih buruk dan pemendekan Mr P. Biarpun pada beberapa pria kondisinya bisa membaik tanpa pengobatan, namun tetap disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter bila mendapati Mr P bengkok saat ereksi.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya penyakit Peyronie. Namun ada beberapa faktor yang bisa memicu. Salah satunya adalah cedera berulang pada Mr P. Misalnya, Mr P mengalami fraktur saat bercinta, aktivitas atletik, atau mengalami kecelakaan.

Pada beberapa pria, penyakit ini datang secara bertahap dan tidak berkaitan dengan cedera. Para peneliti saat ini sedang menyelidiki kemungkinan penyakit tersebut berhubungan dengan genetik atau kondisi kesehatan tertentu.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US