The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Diisukan Anggaran Covid Dialihkan untuk Kartu  Prakerja, Ini Faktanya
Menteri Keuangan Sri Mulyani (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/pras)
Health

Diisukan Anggaran Covid Dialihkan untuk Kartu Prakerja, Ini Faktanya

Minggu, 12 Juli 2020 13:31 WIB 12 Juli 2020, 13:31 WIB

INDOZONE.ID - Sebuah unggahan di media sosial Facebook menyebutkan bahwa pemerintah telah mengalihkan anggaran Covid-19 untuk kartu prakerja.

"UANG RAKYAT DI BUAT BISNIS DGN RAKYAT DASAR OTAK KOMUNIS/PKI DANA 502 TRILIUN YG BUAT DANA COVID 19 DIALIHKAN KE KARTU PRAKERJA," tulis dalam unggahan tersebut dilansir dari ANTARA.

Tapi benarkah pemerintah mengalihkan uang penanganan Covid-19 untuk program Prakerja?

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan total anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 695,2 triliun terdiri dari kesehatan Rp 87,55 triliun, perlindungan sosial Rp 203,9 triliun, insentif usaha Rp 120,61 triliun, UMKM Rp 123,46 triliun, pembiayaan korporasi Rp 53,57 triliun, serta sektoral K/L dan pemerintah daerah Rp 106,11 triliun.

Sri Mulyani sendiri tidak pernah menyebutkan bahwa dana Covid-19 dialihkan untuk program Kartu Prakerja.

Anggaran senilai Rp 87,55 triliun tersebut tidak hanya dialokasikan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tapi juga di Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan BPJS Kesehatan.

Sebagian anggaran lainnya merupakan belanja tambahan yang berhubungan langsung dengan penanganan Covid-19 seperti alat pelindung diri (APD) dan juga peningkatan kapasitas kesehatan rumah sakit.

Anggaran yang diberikan ke BPJS Kesehatan untuk membayar biaya perawatan di sejumlah rumah sakit. Pemerintah juga memberikan insentif pajak yang diberikan langsung kepada rumah sakit untuk jasa kesehatan.

Nah, berikut ini rincian dana belanja bidang kesehatan sebesar Rp 87,55 triliun itu terdiri dari belanja penanganan Covid-19 sebesar Rp 65,80 triliun, insentif tenaga medis Rp 5,9 triliun, santunan kematian Rp 0,3 triliun, dan bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Rp 3 triliun. Kemudian, Gugus Tugas COVID-19 Rp 3,5 triliun dan insentif perpajakan bidang kesehatan Rp9,05 triliun.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Muhammad Alfath Ishari
Fitri
JOIN US
JOIN US