The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kenali, Ini 3 Jenis Gizi Buruk pada Anak dan Cirinya
Ilustrasi anak mengalami gizi buruk (diplomatartist.com)
Health

Kenali, Ini 3 Jenis Gizi Buruk pada Anak dan Cirinya

Rabu, 22 Januari 2020 15:00 WIB 22 Januari 2020, 15:00 WIB

INDOZONE.ID - Masalah gizi buruk merupakan salah satu isu dunia yang sampai saat ini masih hangat diperbincangkan.

Dalam beberapa kasus, kondisi gizi buruk sering ditemukan di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Secara umum, gizi buruk atau disebut kwashiorkor paling banyak dialami oleh kelompok usia anak-anak dan balita.

Penyebab utama gizi buruk karena kebutuhan zat gizi harian anak tidak tercukupi, terutama kandungan protein.

Hal itu kerap dikaitkan dengan tingkat ekonomi masyarakat dan kurangnya pengetahuan orang tua tentang nutrisi tumbuh kembang anak.

Kondisi gizi buruk ini sangat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak yang cenderung lebih lambat dibanding anak normal seusianya.

Diagnosa Gizi Buruk pada Anak

diagnosa gizi buruk pada anak
Ilustrasi gizi buruk pada anak (unicef.org)

Untuk mengetahui apakah anak mengalami gizi buruk atau tidak, dapat dinilai berdasarkan pemeriksaan fisik.

Rumus menentukan status gizi anak = Berat Badan (BB) sekarang/BB ideal x 100%, dengan kategori:

  • Obesitas: > 120%
  • Overweight: 110-120%
  • Normal: 90-110%
  • Underweight: 70-90%
  • Gizi buruk: <70%

Jenis Gizi Buruk pada Anak

Menurut studi kesehatan, ada beberapa jenis gizi buruk pada anak yang umum ditemui, di antaranya:

1. Kwashiorkor
 

jenis gizi buruk penyakit kwashiorkor busung lapar
Penyakit kwashiorkor atau busung lapar (Wikimedia Commons)

Penyakit kwashiorkor atau disebut busung lapar merupakan gizi buruk karena kekurangan protein, vitamin, dan mineral.

Anak yang menderita gizi buruk jenis kwashiorkor ini biasanya cenderung rentan terkena infeksi.

Adapun ciri-ciri tubuh penderita jenis gizi buruk kwashiorkor, antara lain:

  • Seluruh tubuh tampak lebih gemuk karena terdapat edema (bengkak)
  • Apabila bengkak tersebut ditekan akan meninggalkan bekas seperti lubang
  • Wajah bulat dan sembab (moon face)
  • Timbul ruam berwarna merah muda meluas (crazy pavement dermatosis)
  • Nafsu makan menurun
  • Rambut menipis, berwarna merah seperti rambut jagung, dan mudah rontok
  • Perut buncit, punggung kaki dan tangan bengkak
  • Sering rewel dan banyak menangis

2. Marasmus
 

jenis gizi buruk marasmus pada anak
Penyakit gizi buruk marasmus (Flickr/@michael_haninger)

Jenis gizi buruk marasmus disebabkan karena tubuh kekurangan karbohidrat, kalori, dan protein.

Penyakit marasmus sering ditemukan di kawasan negara Afrika dan wilayah konflik menyebabkan kelaparan akut.

Kebanyakan anak-anak atau bayi berusia di bawah satu tahun mengalami gizi buruk marasmus ini.

Penyebab marasmus beragam, seperti kurang makan, tubuh infeksi, bawaan lahir, lahir prematur, dan faktor lingkungan.

Gizi buruk marasmus pada anak dapat diketahui dengan ciri-ciri fisik berikut ini:

  • Tubuh sangat kurus sampai terlihat seperti tengkorak
  • Tulang pipi dan dagu kelihatan menonjol
  • Kulit kering, keriput, dan kendor
  • Tidak mampu beraktivitas dengan normal
  • Suhu tubuh yang rendah
  • Wajah anak tampak lebih tua
  • Sering disertai penyakit infeksi (diare kronik dan TBC)

3. Marasmik-kwashiorkor
 

jenis gizi buruk marasmik kwashiorkor pada anak
Penyakit gizi buruk marasmik-kwashiorkor (Wikipedia)

Marasmik-kwashiorkor merupakan penyakit gizi buruk karena tubuh kekurangan kandungan protein dan karbohidrat.

Seperti namanya, jenis gizi buruk ini gabungan antara marasmus dan kwashiorkor. Kondisi ini terbilang cukup serius.

Pasalnya, dapat menyebabkan anak rabun senja, rentan terinfeksi penyakit, dan daya tangkap otak menurun.

Untuk mencegah terjadinya marasmik-kwashiorkor, pemberian air susu ibu (ASI) bagi anak sampai usia 2 tahun sangatlah efektif.

Berikan juga makanan sesuai pedoman gizi seimbang berupa sayur-mayur, buah-buahan, serta yang mengandung karbohidrat dan protein.


Itulah tadi jenis-jenis gizi buruk pada anak beserta ciri-ciri yang umum ditemui.

Nah, dalam rangka Hari Gizi Nasional, 25 Januari 2020 ini, harapannya kita semua semakin peduli dengan masalah gizi buruk di Indonesia.

Sehingga, kasus gizi buruk tidak dialami oleh diri kita sendiri maupun keluarga di rumah.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Rizka
Rizka

Rizka

Writer
JOIN US
JOIN US