The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Masker Kain Disebut Tak Efektif Lagi Tangkal Omicron, Ini Alasannya
Ilustrasi masker kain. (Pexels)
Health

Masker Kain Disebut Tak Efektif Lagi Tangkal Omicron, Ini Alasannya

Direkomendasikan pakai masker N95.

Selasa, 18 Januari 2022 15:17 WIB 18 Januari 2022, 15:17 WIB

INDOZONE.ID - Masker kain disebut sudah tidak efektif lagi menangkal virus Corona varian Omicron, dibanding masker bedah atau respirator. Hal ini disampaikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).

"Masker respirator dapat dipertimbangkan dalam situasi tertentu dan oleh orang-orang tertentu ketika perlindungan yang lebih besar diperlukan atau diinginkan," kata laman CDC dikutip dari New York Times pada Selasa (18/1/2022).

CDC sendiri sempat merekomendasikan masker N95 sekali pakai untuk melindungi diri dari Omicron. Sebab, masker N95 diyakini bisa menyaring 95 persen dari semua partikel di udara bila dipakai dengan benar.

Baca juga: Ada Lonjakan Kasus Omicron, Jakarta Masih Terapkan PPKM Level 2 hingga 24 Januari

Meski demikian, masker bedah yang sering dipakai para dokter dan perawat hingga masyarakat juga bisa masih bisa dijadikan pilihan untuk melindungi diri ketika berinteraksi dengan pasien COVID-19.

Butuh waktu berbulan-bulan lebih bagi CDC dan WHO untuk mengakui bahwa virus corona dapat dibawa oleh tetesan kecil yang disebut aerosol, yang dapat bertahan di dalam ruangan selama berjam-jam.

Masker kain tenun longgar bahkan disebut memberi perlindungan paling sedikit jika dibandingkan dengan masker lainnya.

Untuk melindungi diri dari virus, pengamat COVID-19 dr Ali Alkatiri menyarankan penggunaan nose sanitizer sebagai tindakan pencegahan untuk membersihkan hidung dari virus.

"Masyarakat harus lebih menjaga diri dengan melakukan tindakan preventif yang lebih baik. Masyarakat harus paham bahwa manusia bisa terinfeksi virus COVID-19 karena virus masuk salah satunya melalui saluran pernapasan," tutur dr Ali Alkatiri dalam siaran pers pada Selasa (18/1/2022).

"Cara preventif yang harus dilakukan adalah memastikan virus tidak masuk ke paru-paru, atau membunuh virus yang sudah masuk di saluran pernapasan," sambungnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Dina
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
Dina

Dina

Writer
JOIN US
JOIN US