The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

BPJS Kesehatan Diminta Menanggung Biaya Perawatan Luka Percobaan Bunuh Diri
Ilustrasi percobaan bunuh diri yang diharapkan dapat ditanggung biaya perawatan BPJS Kesehatan. (Pixabay)
Health

BPJS Kesehatan Diminta Menanggung Biaya Perawatan Luka Percobaan Bunuh Diri

Biaya Perawatan untuk Percobaan Bunuh Diri Belum Ditanggung BPJS

Jumat, 07 Oktober 2022 11:31 WIB 07 Oktober 2022, 11:31 WIB

INDOZONE.ID - Direktur Kesehatan Jiwa (Keswa) Kementerian Kesehatan RI Vensya Sihotang mengatakan, tindakan melukai diri sendiri akibat gangguan jiwa perlu memperoleh tanggungan biaya perawatan BPJS Kesehatan.

"Saat ini belum semua biaya perawatan pasien akibat gangguan kesehatan jiwa ditanggung BPJS Kesehatan. Tapi harapannya bertahap, berproses untuk bisa ditanggung," ujar Vensya Sitohang, dikutip Antara, Jumat (7/10/2022).

Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018, tentang Jaminan Kesehatan, penyandang disabilitas jiwa mendapatkan akses pengobatan BPJS Kesehatan, seperti rehabilitasi medis dan konseling dengan psikolog di fasilitas kesehatan. Namun, hal tersebut harus sesuai dengan diagnosis dan indikasi medis yang diberikan oleh dokter.

Baca Juga: Banyak Dialami Gen Z, Kesehatan Mental Bisa Dicegah dengan Melatih Pikiran

Vensya menuturkan, luka yang diderita penyandang disabilitas jiwa belum termasuk dalam tanggungan BPJS Kesehatan. Padahal, kejadian itu dapat berujung pada tindakan bunuh diri.

Direktur Kesehatan Jiwa (Keswa) Kementerian Kesehatan RI Vensya Sihotang, tengah upayakan biaya perawatan percobaan bunuh diri ditanggung BPJS Kesehatan. (Antara)
Direktur Kesehatan Jiwa (Keswa) Kementerian Kesehatan RI Vensya Sihotang, tengah upayakan biaya perawatan percobaan bunuh diri ditanggung BPJS Kesehatan. (Antara)

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, kata Vensya, lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun di Indonesia mengalami gangguan mental emosional. Lalu, lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi.

Selain itu, berdasarkan Sistem Registrasi Sampel yang dilakukan Badan Litbangkes tahun 2016, diperoleh data bunuh diri per tahun sebanyak 1.800 orang, atau setiap hari ada lima orang melakukan percobaan maupun bunuh diri.

Baca Juga: 5 Tanda Kamu Harus Break dari Media Sosial Agar Mental Tetap Sehat

Sebanyak 47,7 persen korban bunuh diri terjadi pada usia 10 hingga 39 tahun, yang merupakan usia anak remaja dan usia produktif. Laporan UNICEF secara global mengungkap, kejadian itu lebih dominan dialami kaum remaja usia 13 hingga 15 tahun.

"Berdasarkan data UNICEF, terjadi peningkatan kasus percobaan bunuh diri pada remaja perempuan dari 4,8 persen, ke-6,2 persen pada 2007 hingga 2015. Sementara pada laki-laki meningkat dari 3,2 persen menjadi 4 persen pada kurun yang sama," katanya.

Atas dasar itu, Kemenkes sedang intents berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan, agar percobaan bunuh diri di Indonesia ditanggung melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi peserta BPJS Kesehatan.

"Saat ini, kami sedang mendiskusikan teknisnya lagi, agar itu memang bisa ditanggung," tutur Vensya.

Baca Juga: 3 Tanda Mentalmu Sedang Bermasalah, Liburan Pun Terasa Tak Menyenangkan

Landasan utama permintaan itu, kata Vensya, karena kejadian melukai diri sendiri merupakan rangkaian seseorang mengalami gangguan jiwa yang dapat berujung pada kematian.

"Jadi, kenapa masalah kesehatan jiwa dan ODGJ ditanggung, tapi ujungnya (percobaan bunuh diri) tidak ditanggung," ucapnya.

Kemenkes berkomitmen untuk mendorong pengobatan luka pada penderita gangguan jiwa, diatur dalam perpres terkait pembiayaan BPJS Kesehatan. Ia pun berharap, usulan tersebut bisa segera diproses dan dijalankan.

"Tentunya kami mengikuti terus prosesnya. Mudah-mudahan tahun ini bisa, kalau pun harus mundur ke depan tidak terlalu lama," imbuhnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
Achmad Rafiq

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US