The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Stress Bikin Sakit Kepala? Ini Cara Mengatasinya
Ilustrasi.(freepik)
Health

Stress Bikin Sakit Kepala? Ini Cara Mengatasinya

Tegang otot.

Kamis, 02 Juli 2020 20:40 WIB 02 Juli 2020, 20:40 WIB

INDOZONE.ID - Stress bisa menyebabkan berbagai dampak kesehatan. Salah satunya adalah sakit kepala atau pusing. Masalah kesehatan ini terjadi karena adanya ketegangan otot sehingga menimbulkan nyeri atau rasa tidak nyaman di kepala, kulit kepala, atau leher.

Menurut asisten profesor neurologi klinis di Weill Cornell Medical College, Susan Broner, MD sebanyak 70% sakit kepala karena ketegangan otot disebabkan oleh tensi yang tinggi. Stres tentu memainkan peran penting dalam hal ini. Selain itu, sakit kepala karena otot tegang biasanya bertahan selama 30 menit hingga 72 jam, 

"Mekanisme yang tepat mengenai hubungan antara stres dengan sakit kepala masih belum jelas. Tetapi ada teori yang mengatakan ketika orang stres, terjadi perubahan fisiologis di dalam tubuh. Peningkatan kadar kortisol dan respons melawan akan memicu migrain atau sakit kepala tipe tegang," ujar Dr Broner seperti yang dikutip dari Health, Kamis (2/7/2020).

Ilustrasi.(freepik)
Ilustrasi.(freepik)

Selain stres, pemicu sakit kepala tegang lainnya adalah konsumsi alkohol, kafein, pilek, flu, masalah gigi, ketegangan mata, merokok berlebihan, dan kelelahan. Untuk mengatasi sakit kepala ini tergantung dari tingkat keparahan dan lama sakitnya. Sakit kepala karena stres bisa hilang dengan sendirinya dengan hanya beristirahat dari aktivitas apa pun yang menyebabkan stres. Berbaring, bermeditasi, atau melakukan yoga ringan adalah pilihan yang bagus. 

Namun, jika rasa sakitnya benar-benar menyusahkan, sebagian besar sakit kepala karena stres dapat diatasi dengan obat yang dijual bebas seperti ibuprofen atau naproxen. Akan tetapi harus berhati-hati terkait frekuensi meminum obat. 

"Jika ternyata harus minum obat lebih dari sekali seminggu secara teratur untuk mengatasi sakit kepala, itu pertanda ada frekuensi sakit kepala yang meningkat. Oleh karenanya harus berbicara dengan dokter tentang penyebab sakit kepala," pungkas Dr. Broner.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Desika Pemita
Maria Adeline Tiara Putri

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US