The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Studi: Sinar Matahari Dapat Merusak Virus Corona 8 Kali Lebih Cepat
Ilustrasi sinar matahari. (Pexels/Skitterphoto)
Health

Studi: Sinar Matahari Dapat Merusak Virus Corona 8 Kali Lebih Cepat

Studi terbaru.

Rabu, 07 April 2021 15:19 WIB 07 April 2021, 15:19 WIB

INDOZONE.ID - Sebuah studi yang dilakukan para ilmuwan menunjukkan sinar matahari dapat merusak atau menonaktifkan virus corona. Insinyur mekanik di UC Santa Barbara, Paolo Luzzatto-Fegiz dan rekannya melihat virus dinonaktifkan delapan kali lebih cepat dalam percobaan.

"Teori tersebut mengasumsikan bahwa inaktivasi bekerja dengan membuat UVB mengenai RNA virus dan merusaknya," kata Luzzatto-Fegiz dikutip dari Sciencealert, Rabu (7/4/2021).

Namun tidak semua sinar UV memiliki manfaat yang sama. Radiasi UVC gelombang pendek disebut terbukti efektif melawan virus seperti SARS-CoV-2, meski radiasinya masih tersimpan aman dalam cairan manusia.

Jenis radiasi UVC ini disebut bagus untuk rumah sakit. Namun di lingkungan lain seperti dapur atau kereta bawah tanah, UVC akan berinteraksi dengan partikulat yang dapat menghasilkan ozon berbahaya.

Sebelumnya, pada Juli 2020, sebuah studi eksperimental menguji efek sinar UV pada SARS-CoV-2 dalam air liur yang disimulasikan. Hasilnya, mereka mencatat virus tidak aktif saat terkena sinar matahari selama 10-20 menit.

"Sinar matahari alami mungkin efektif sebagai disinfetan untuk bahan tidak keropos yang terkontaminasi," kata salah seorang peneliti.

BACA JUGA: Saat Organnya Mau Didonorkan, 'Jenazah' Remaja Ini Hidup Lagi

Studi juga menemukan bahwa virus corona tiga kali lebih sensitif terhadap dinar UV di bawah sinar matahari daripada influenza A. Sebanyak 90 persen partikel virus corona nonaktif setelah terpapar sinar matahari tengah hari di musim panas selama setengah jam.

"Inaktivasi yang diamati secara eksperimental dalam air liur simulasi delapan kali lebih cepat daripada yang diharapkan dalam teori. Jadi, para ilmuwan belum tahu apa yang sedang terjadi," kata Luzzatto-Fegiz.

Ia juga menambahkan hasil analisis menunjukkan masih perlu eksperimen tambahan untuk menguji secara terpisah efek panjang gelombang cahaya tertentu dan komposisi medium.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fiddy Anggriawan
Utami Evi Riyani
JOIN US
JOIN US