The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Banyak Orang Tua Tolak Imunisasi Polio karena Dianggap Membahayakan
Ilustrasi anak yang sedang disuntik vaksin polio. (Freepik)
Health

Banyak Orang Tua Tolak Imunisasi Polio karena Dianggap Membahayakan

Dianggap tidak perlu dan membahayakan.

Kamis, 01 Desember 2022 11:14 WIB 01 Desember 2022, 11:14 WIB

INDOZONE.ID - Penyakit Polio kembali ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah ditemukan tiga kasus di Pidie, Aceh. Sebagai upaya penanggulangan, sejak pekan lalu pemerintah sudah mulai memberikan vaksin polio massal bagi seluruh anak di wilayah tinggi risiko.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pidie, dr Arika Husnayanti, masih menemukan adanya penolakan dari para orang tua dalam program sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN), khusus pemberian vaksin polio.

"Masih ada orang tua yang tidak mengizinkan anaknya diimunisasi, baik ibu maupun ayah dengan berbagai alasan. Imunisasi dianggap tidak perlu dan membahayakan," ucap dr. Arika dalam konferensi pers, Kamis (1/12/2022).

Baca Juga: Konfirmasi 3 Kasus Polio di Aceh, Kemenkes Bocorkan Kondisinya

Meski demikian, pihaknya masih terus berupaya melakukan penyuluhan dan penggalakan program vaksin polio. Para orang tua diberikan informasi bahaya polio dan risiko yang terjadi bila anak tidak mendapat imunisasi.

"KLB polio hanya dapat dihentikan dengan cakupan imunisasi tinggi dan merata di semua wilayah. Sehingga, terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity) dapat terbentuk," katanya.

Upaya Penanganan Penolakan Imunisasi Polio

Pelaksanaan imunisasi di Pidie tidak hanya dilakukan di sekolah dan posyandu, petugas juga berkunjung ke rumah. Lalu, membuat kegiatan kreatif agar anak-anak mau diimunisasi.

Baca Juga: Polio Bisa Dicegah dengan Vaksinasi Lengkap serta Pola Hidup Bersih dan Sehat

Hasilnya, catatan dari Dinkes Pidie, cakupan imunisasi per puskesmas usia 0 sampai 12 tahun telah mencapai 29.475 anak.

Meski kerap ditemui penolakan, Dinkes Pidie juga mendapat dukungan penuh dari pihak-pihak pemerintah daerah terkait, terutama Camat dan Kepala Desa. Mereka secara sukarela terlibat langsung dalam pelaksanaan sub-PIN Polio.

"Ini sangat membantu dalam upaya meyakinkan masyarakat tentang pentingnya imunisasi polio, sebagai perlindungan anak-anak Aceh, khususnya di Pidie," pungkasnya. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina Agustina
Achmad Rafiq
Razdkanya Ramadhanty
JOIN US
JOIN US