Rapid Test Positif Belum Tentu Terinfeksi Virus Corona, Benarkah?
Ilustrasi rapid test. (Pexels/ThisIsEngineering)
Health

Rapid Test Positif Belum Tentu Terinfeksi Virus Corona, Benarkah?

Ini penjelasannya.

Kamis, 02 April 2020 10:35 WIB 02 April 2020, 10:35 WIB

INDOZONE.ID - Pemeriksaan tes cepat atau rapid test untuk mendeteksi virus corona atau Covid-19 sudah dilakukan di sejumlah daerah di Indonesia.

Salah satu daerah yang telah melakukan rapid test adalah Jawa Barat. Dalam waktu seminggu, sebanyak 22 ribu alat rapid test sudah disebar ke 27 daerah.

Dalam siaran langsung beberapa hari lalu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil itu menyatakan, dari pemeriksaan rapid test terdeteksi lebih dari 300 orang menunjukkan hasil positif.

Daerah denagn angka positif paling banyak adalah Sukabumi. Namun Emil menyatakan data tersebut belum dilaporkan ke pemerintah pusat.

Mereka yang dalam pemeriksaan rapid test menunjukkan hasil positif statusnya dinyatakan sebagai orang dalam pemantauan (ODP). Hal ini dikarenakan rapid test hanya memeriksa antibodi.

Rapid Test Positif Belum Tentu Terinfeksi Virus Corona, Benarkah?
Ilustrasi rapid test. (Pexels/ThisIsEngineering)

Selanjutnya mereka yang hasil rapid test-nya positif akan menjalani tes swab untuk melihat hasil yang lebih spesifik.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI yang juga juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyatakan, hasil pemeriksaan rapid test memang bukan pedoman untuk konfirmasi kasus positif.

"Pedoman penegakan diagnosa konfirmasi adalah PCR test, bukan rapid test. Rapid test digunakan untuk screening menuju PCR test," ujar Yurianto kepada Indozone saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (2/4/2020).

Dirinya menambahkan, rapid test fungsinya untuk mendeteksi antibodi. Antibodi merupakan respons dari sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus. Antibodi biasanya muncul setelah 7 hari tubuh terpapar virus. Meskipun di dalam tubuh terdapat antibodi, bisa jadi virusnya sudah tidak ada.

Oleh karenanya, untuk mendeteksi keberadaan virus dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dengan PCR. Pemeriksaan PCR menggunakan antigen untuk mendeteksi keberadaan virus dan mengonfirmasi diagnosa.

Sementara itu, berkaitan dengan hasil rapid test yang dilakukan di Jawa Barat khususnya Sukabumi, Yurianto mengaku belum mendapatkan laporan.

"Saya belum dapat infonya," tandasnya.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US