The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Jangan Sembarangan Meminum Antibiotik, Malah Bisa Tingkatkan Angka Kematian
Ilustrasi antibiotik (Unsplash)
Health

Jangan Sembarangan Meminum Antibiotik, Malah Bisa Tingkatkan Angka Kematian

Minggu, 13 Juni 2021 13:35 WIB 13 Juni 2021, 13:35 WIB

INDOZONE.ID - Jangan sembarangan meminum antibiotik karena antibiotik hanya diperuntukkan untuk mengobati infeksi bakteri. Jika digunakan untuk tujuan di luar itu, malah menimbulkan masalah kesehatan seperti diare atau mual.

Penggunaan antibiotik yang salah juga bisa membuat bakteri resisten dan lebih sulit ditangani.

"Dalam situasi normal antara bakteri resisten dan sensitif (jumlahnya) seimbang sehingga kita tidak sakit. Suatu saat kita menggunakan antibiotik tidak sesuai protokol, semakin diberikan maka yang mati bakteri sensitif, (bakteri) yang resisten tetap tumbuh," ujar dokter spesialis penyakit dalam konsultan penyakit tropik-infeksi di RSUD Dr. Soetomo, Erwin Astha Triyono, dikutip dari Antara, Minggu (13/6/2021).

Resistensi disebabkan karena penggunaan antibiotik di luar waktu yang ditetapkan. Misalnya, dianjurkan diminum untuk tiga hari, namun malah dikonsumsi lebih lama dari itu.

Jika sudah resisten antibiotik, maka tingkat kematian meningkat gara-gara penyakit yang harusnya bisa diatasi oleh antibiotik, namun karena bakteri sudah resisten alhasil pasien meninggal.

Rawat inap juga lebih panjang karena dokter perlu mencari antibiotik lain, yang berujung pembiaayaan meningkat. Masalah lain adalah membuat kekebalan tubuh melemah dan mempengaruhi sistem pencernaan.

Ada juga efek toksisitas seperti gangguan ginjal dan hati, reaksi hipersensitivitas misalnya reaksi anafilaksis dan Steven-Johnson Syndrome, hingga gangguan kehamilan atau janin.

Karena itu, kamu harus mengetahui penyakit apa saja yang tidak perlu minum antibiotik. Misalnya, cacar air, pilek, batuk, cabut gigi, dan flu, minum antibiotik tidak akan mengurangi gejala.

"Kalau penggunaan antibiotik tidak tepat, maka kecepatan resisten lebih tinggi. Ini ditakutkan kita kembali ke zaman pra-antibiotik dan peningkatan kematian," kata Erwin.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Zega

Zega

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US