The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Stigma Buruk dari Masyarakat Jadi Alasan Seseorang Malu Datang ke Psikolog
Ilustrasi konsultasi ke psikolog. (Freepik)
Health

Stigma Buruk dari Masyarakat Jadi Alasan Seseorang Malu Datang ke Psikolog

Dianggap tabu.

Kamis, 20 Januari 2022 11:26 WIB 20 Januari 2022, 11:26 WIB

INDOZONE.ID - Sampai saat ini masih banyak orang yang mengalami kesehatan mental enggan datang ke psikolog karena merasa malu. Hal ini disebabkan oleh stigma buruk atau negatif dari masyarakat. Ya, kesehatan mental di Indonesia sendiri masih dianggap sebagai sesuatu yang tabu.

Bukannya mendapat dukungan, ketika yang mengalami masalah mental dan butuh bantuan, mereka justru dihujani kalimat nyinyiran dan sindiran. Masih banyak yang menganggap bahwa gangguan kesehatan mental terjadi karena kurang ibadah.

Menurut CEO dan penggagas HatiPlong Farah Djalal, selama pandemi ini sebenarnya orang yang memiliki masalah kesehatan mental meningkat.

Baca juga: Arti Mimpi Basah, Psikolog Ungkap Keinginan Hingga Hadirnya Sang Mantan dalam Tidur

"Selama pandemi ini sebenarnya semakin banyak orang yang membutuhkan tenaga ahli untuk kesehatan mental. Cuma masih banyak stigma di masyarakat Indonesia untuk datang ke psikolog," ungkap Farah dikutip dari Antara, Kamis (20/1/2022).

Karena ketidakberanian datang ke psikolog itu, mereka akhirnya berusaha mengatasi masalah dengan caranya sendiri.

"Mereka tahu mereka membutuhkan, mereka punya masalah kesehatan mental. Tapi yang mereka lakukan kemudian adalah mengatasi dengan cara mereka sendiri. Tapi mereka pun sadar itu belum menyelesaikan keseluruhan masalahnya. Mereka tahu harus datang ke psikolog, tapi karena stigma masih kuat, banyak yang belum mengambil tindakan untuk ke psikolog," tutur Farah.

Salah satu stigma yang ada di masyarakat adalah pergi ke psikolog jika memiliki masalah yang besar. Farah menegaskan bahwa sebaiknya seseorang bisa pergi ke psikolog meskipun tidak memiliki masalah yang besar.

"Jangan (datang ke psikolog ketika masalah sudah besar). Itu salah satu stigmanya bahwa orang kalau ke psikolog ketika masalah sudah besar," ujar Farah.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Dina
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
Dina

Dina

Writer
JOIN US
JOIN US