The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

1 Desember Hari AIDS Sedunia, Siapa Saja Kelompok Orang yang Berisiko Terkena HIV?
Ilustrasi mereka yang beresiko tertular HIV. (Freepik)
Health

1 Desember Hari AIDS Sedunia, Siapa Saja Kelompok Orang yang Berisiko Terkena HIV?

Melakukan seks bebas

Kamis, 01 Desember 2022 10:41 WIB 01 Desember 2022, 10:41 WIB

INDOZONE.ID - Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap 1 Desember, membuat sejumlah pihak menjadikan momen ini sebagai pengingat, bagaimana penularan dan pencegahan penyakit tersebut.

HIV (Human immunodeficiency virus) menjadi salah satu penyakit yang berbahaya dan sering menyebabkan kematian. HIV adalah infeksi virus yang menyerang sel-sel sistem kekebalan tubuh, sehingga melemahkan kemampuan pengidapnya untuk melawan infeksi dan penyakit sehari-hari.

HIV juga termasuk infeksi menular karena seringkali ditularkan melalui hubungan seksual. Namun, penyakit ini dapat menular melalui kontak dengan darah yang terinfeksi atau dari ibu ke anak selama masa kehamilan, persalinan, atau menyusui.

Baca Juga: Target Three Zero HIV/AIDS 2030 Belum Optimal, Ternyata Gara-gara Ini Penyebabnya

Lantas, siapa saja kelompok orang yang berisiko tinggi terkena HIV?

Penularan HIV dapat melalui kontak darah, sperma, atau cairan vagina. Namun, penyakit ini tidak dapat menular melalui kontak biasa seperti berpelukan, berciuman, berjabat tangan, atau menular melalui udara, air, hingga gigitan serangga.

Kelompok orang yang berisiko tertular HIV

Menurut dr Ayu Cahya Andhayani, SpPD, penanggung jawab pelayanan HIV/AIDS di Rumah Sakit Abdul Moeloek, siapa saja dari segala usia, ras, jenis kelamin, atau orientasi seksual dapat terinfeksi HIV. Namun, berikut kelompok orang tinggi risiko HIV:

1. Berhubungan Seks Tanpa Kondom

Individu yang melakukan hubungan seks tanpa kondom. Gunakanlah kondom berbahan lateks atau poliuretan yang baru setiap kali berhubungan seks.

"Populasi yang paling beresiko untuk HIV/AIDS adalah individu yang melakukan hubungan seksual multipartner tanpa kondom," ucap dr Ayu saat dihubungi Indozone, Kamis (1/12/2022).

Baca Juga: Sejarah AIDS di Indonesia, Prof Zubairi Djoerban Penemu Pertama Kali Tahun 1983

2. Homoseksual

Menurut dr Ayu, risiko terkena HIV bisa meningkat pada kelompok ini. Sebab, mereka berhubungan seks dengan penetrasi penis ke anal atau lubang anus.

"Resiko ini meningkat karena penetrasi penis ke anal yang tidak menggunakan jelly akan mengakibatkan luka. Luka ini akan mempermudah virus HIV untuk memasuki tubuh individu tersebut," katanya.

Meskipun homoseksual paling berisiko, namun karena populasinya masih sedikit dan screening-nya cepat, pasien ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) homoseksual tidak sebanyak populasi ODHA heteroseksual.

3. Berhubungan Seksual dengan Multipartner

Menurut data Kementerian Kesehatan RI tahun 2021, ada sekitar 526.841 orang hidup dengan HIV dengan estimasi kasus baru sebanyak 27 ribu kasus. Adapun sekitar 40 persen dari kasus infeksi baru, dialami perempuan.

Menurut dr Ayu, dari banyak kasus yang ditemui perempuan dengan HIV, ternyata memiliki suami yang melakukan hubungan seksual tanpa pengaman dengan wanita selain istrinya.

"Faktanya banyak laki-laki yang memiliki istri ternyata melakukan hubungan seksual tanpa pengaman dengan wanita selain istrinya, dan nantinya akan menularkan istrinya. Sehingga saat ini, banyak perempuan yang tertular oleh suaminya yang suka ‘jajan’,” pungkasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina Agustina
Achmad Rafiq
Razdkanya Ramadhanty
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US