The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Benarkah Keseringan Onani Akan Membuat Lutut Kopong?
ilustrasi/Radiozero
Health

Benarkah Keseringan Onani Akan Membuat Lutut Kopong?

Kamis, 24 Oktober 2019 16:40 WIB 24 Oktober 2019, 16:40 WIB

INDOZONE.ID - Ada sebuah mitos yang beredar di masyarakat yang menyebutkan bahwa, pria yang sering onani atau yang sudah tidak perjaka lagi memiliki lutut yang cenderung kopong. Hal ini ditandakan jika lutut dipukul maka akan terdengar bunyi nyaring dan mudah merasakan nyeri. Namun apakah ini benar adanya?

Seorang pakar kesehatan, dr. Dyah Novita Anggraini dari Klikdokter mengatakan bahwa ini tidak benar adanya. Kebiasaan terlalu sering onani tidak akan menyebabkan lutut kopong atau osteoarthritis. Dyah mengatakan bahwa cairan yang ada pada sendi lutut tidak memiliki kaitan sama sekali dengan banyaknya produksi cairan sperma. Hal ini berarti bahwa sering onani tidak ada hubungannya dengan lutut kopong.

lutut
Pixabay

Lalu bagaimanakah cara untuk mengobati lutut yang kopong atau osteoarthritis? Dr. Dyah mengatakan, untuk mengobati penyakit ini pada tingkat yang masih ringan hanya memerlukan banyak istirahat dan dan mengubah pola makan serta posisi tubuh saat beraktivitas.

Namun untuk tingkat menengah hingga berat, penderita lutut kopong disarankan untuk melakukan berbagai tindakan seperti memberikan obat rematik atau anti inflamasi, suntik dengkul hingga tindakan operasi.

suntik
ilustrasi/pixabay

Dyah juga menambahkan bila pemberian obat-obatan berupa anti inflamasi non steroid adalah cara utama yang dilakukan untuk mengobati osteoarthritis. Pengobatan dengan cara ini selain untuk menghilangkan gejala nyeri juga dapat mencegah kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi.

Sedangkan penyuntikan kortikosteroid untuk penderita lutut kopong hanya berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri sementara. Namun cara yang ini tak boleh dilakukan terlalu sering karena dapat menyebabkan destruksi tulang.

lutut
ilustrasi/Everyday Health

Untuk pengobatan osteoarthritis ini sendiri terdiri dari dua cara, yaitu tatalaksana non bedah dan bedah. Tatalaksana non bedah sendiri terdiri dari obat-obatan, perubahan pola diet, fisioterapi, dan modifikasi aktivitas.

Perubahan pola makan dapat dilakukan dengan tidak mengonsumsi berbagai makanan yang kaya akan kandungan lemak dan kolesterol. Ini karena dua kandungan tersebut dapat meningkatkan berat badan dan memperberat osteoarthritis.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Indozone
Putri
Putri

Putri

Writer
Putri

Putri

Reporter
JOIN US
JOIN US