The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Didi Kempot Diduga Meninggal Akibat Kelelahan Akut, Waspadai Ciri-cirinya
Didi Kempot. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
Health

Didi Kempot Diduga Meninggal Akibat Kelelahan Akut, Waspadai Ciri-cirinya

Beda dengan lelah biasa.

Rabu, 06 Mei 2020 11:51 WIB 06 Mei 2020, 11:51 WIB

INDOZONE.ID - Padatnya aktivitas seringkali membuat tubuh mengalami kelelahan akut. Namun, pada kebanyakan kasus seseorang yang mengalami kelelahan kronis tidak terlalu merasakan respons tubuh yang diberikan.

Bahkan, di antaranya menganggap kelelahan akut serupa dengan kelelahan normal, padahal kelelahan akut jauh berbeda dengan rasa lelah sementara atau sedikit lelah.

Di awal tahun 2020, kita dikejutkan dengan meninggal dunianya sederet publik figur. Suami penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL), Ashraf Sinclair dikabarkan mengalami gagal jantung. Menurut kerabat terdekat, Ashraf belakangan terakhir tengah disibukkan dengan aktivitas olahraga berat yang menguras seluruh energinya, tim medis menduga ia kelelahan akut.

Begitu pula dengan penyanyi campursari Didi Kempot yang baru saja meninggal dunia Selasa pagi (5/5/2020). Pelantun lagu Stasiun Balapan ini diketahui telah menjalani serangkaian show super padat setiap harinya. Dokter dari RS Kasih Ibu, Surakarta, menyebutkan lelaki berusia 53 tahun tersebut mengalami henti jantung akibat kelelahan.

Ketika kelelahan akut, jantung akan bekerja lebih keras dari biasanya. Inilah yang kerap menyebabkan potensi kematian. Tingkat kelelahan yang dialami setiap orang berbeda-beda.

Waspadai Kelelahan Akut yang Menyebabkan Kematian
Ilustrasi kelelahan. (Pexels/Ivan Oboleninov)

"Kelelahan akut semakin parah terjadi apabila seseorang menjalani pola hidup yang buruk sehingga memicu peningkatan tekanan darah dan tingginya kolesterol. Begitu juga dengan irama detak jantung yang semakin cepat akibat stres tinggi yang dialami," kata Dr. Alan Yeung, direktur medis di Stanford Cardiovascular Health, yang dikutip dari laman Time, Rabu (6/5/2020).

Kondisi akan memburuk apabila tingkatan stres semakin tinggi. Sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan gagal jantung terlebih lagi pada orang yang telah memiliki riwayat penyakit jantung.

Menurut American Heart Association, lebih dari 6 juta orang di Amerika mengalami gagal jantung dengan gejala seperti sesak napas, mual dan kelelahan. Gejala ini tidak mengenal batasan usia, namun kasus yang mendominasi adalah orang dewasa dengan penyakit jantung bawaan.

"Gagal jantung, serangan jantung maupun henti jantung yang diakibatkan kelelahan maupun stres akan mendatangkan kematian apabila terjadi secara bersamaan," tambah Dr. Alan Yeung.

Untuk bisa menghindari segala kemungkinan buruk tersebut, mengelola stres merupakan cara yang baik. Anda bisa melakukan olahraga, mengonsumsi makanan sehat, tidak merokok dan bersosialisasi untuk mendapatkan dukungan dari kerabat terdekat.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Desika Pemita
Utami Evi Riyani
Syarifah Noer Aulia

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US