The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Waspada! Ini 5 Kemungkinan Penyebab Hepatitis Akut Menurut Kemenkes
Dokter Puskesmas Kecamatan Lohbener mensosialisasikan tentang penyakit hepatitis akut di Desa Pamayahan, Indramayu, Jawa Barat (Ilustrasi/ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Health

Waspada! Ini 5 Kemungkinan Penyebab Hepatitis Akut Menurut Kemenkes

Selalu jaga kebersihan.

Senin, 23 Mei 2022 17:10 WIB 23 Mei 2022, 17:10 WIB

INDOZONE.ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan 5 hipotesis penyebab hepatitis akut yang menyerang anak-anak berusia di bawah 16 tahun. 

Hasil ini didapat dari hasil penelitian para ahli kesehatan di dunia.

"Ada lima hipotesis kenapa kasus hepatitis akut bisa terjadi pada anak-anak. Pertama adalah infeksi Adenovirus," kata Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), seperti dikutip dari ANTARA, Senin (23/5/2022).

Dante mengungkap kemungkinan yang pertama karena adanya infeksi Adenovirus.
 
Adenovirus ini ditemukan pada sekitar 70 persen pasien anak yang diduga terserang hepatitis.

Saat ini para ahli masih meneliti lebih lanjut bagaimana Adenovirus yang biasanya menyerang saluran napas dan menyebabkan batuk hingga influenza bisa menginfeksi hepatitis pada anak-anak berusia di bawah 16 tahun.

Lalu hipotesis yang kedua karena sindrom SARS-CoV-2 setelah infeksi yang tidak diketahui.

Hipotesis yang ketiga, menurut Dante karena pengaruh obat, racun, atau paparan lingkungan sebagai penyebab penyakit hepatitis akut.

"Obat, racun, dan paparan lingkungan, terutama dari hewan, bisa menyebabkan penularan (penyakit) pada manusia, sehingga mungkin hepatitis misterius diakibatkan (oleh) itu," katanya.

Selanjutnya hipotesis yang keempat penyakit hepatitis akut disebabkan oleh patogen baru.

Adapun hipotesis yang kelima menyebut varian baru SARS-CoV-2 menyebabkan hepatitis akut. Namun ini masih dalam penelitian lanjutan.

Baca juga: Orang Tua Jangan Panik! Ini Saran dari IDAI saat Temukan Gejala Hepatitis pada Anak

Sementara itu, Kementerian Kesehatan hingga 17 Mei 2022 telah mendata 14 kasus dugaan hepatitis, yang meliputi satu kasus di Sumatera Utara, satu kasus di Sumatera Barat, tujuh kasus di DKI Jakarta, satu kasus di Jambi, dan tiga kasus di Jawa Timur.

Menurut data Kementerian Kesehatan, tujuh kasus dugaan hepatitis ditemukan pada anak berusia di bawah lima tahun, dua kasus ditemukan pada anak usia enam sampai 10 tahun, dan lima kasus ditemukan pada anak usia 11 sampai 16 tahun.

Dalam upaya menangani penyakit hepatitis akut yang belum diketahui pasti penyebabnya itu, pemerintah pun telah melakukan beberapa cara.

Di antaranya melakukan surveilans, analisis patogen untuk mengetahui varian virus, pendataan kasus serta menyusun pedoman tata laksana penanganan kasus dan menunjuk laboratorium untuk memeriksa sampel.
 


Artikel Menarik Lainnya

TAG
Fahrizal Daulay
Anisa Rizwani
JOIN US
JOIN US