The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Hati-Hati, Minum Air Terlalu Banyak Bisa Membuat Otak Bengkak
Ilustrasi minum air putih. (freepik)
Health

Hati-Hati, Minum Air Terlalu Banyak Bisa Membuat Otak Bengkak

Jumat, 04 Maret 2022 12:30 WIB 04 Maret 2022, 12:30 WIB

INDOZONE.ID - Minum air merupakan salah satu cara penting untuk menjaga tubuh tetap sehat dan berfungsi dengan baik. Selain itu minum air juga membantu tubuh tetap terhidrasi.

Tapi, jika minum air berlebihan dan dilakukan terlalu cepat malah berujung keracunan air, yang membahayakan tubuh.

Dilansir Antara, keracunan air terjadi ketika kamu minum begitu banyak air sehingga ginjal tidak dapat menghilangkannya dengan cukup cepat, sehingga mulai mengencerkan elektrolit terutama natrium dalam darah.

Kondisi ini berbahaya karena kadar natrium darah turun dengan cepat, menyebabkan perubahan neurologis seperti halusinasi dan kebingungan. Hal ini juga dapat  menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.

Orang dewasa perlu minum sekitar 2,7 hingga 3,7 liter cairan sehari, yang bisa berasal dari air, makanan, dan minuman lainnya.

Dilansir Insider, pakar pengobatan darurat di Rutgers New Jersey Medical School, Lewis Nelson, MD mengatakan keracunan air terjadi bila kamu minum ebih dari tiga sampai empat liter air dalam waktu singkat seperti satu atau dua jam.

Namun, tidak ada jumlah cairan tertentu yang dianggap tak aman dan risiko keracunan air akan bervariasi tergantung pada frekuensi asupan, usia, jenis kelamin, dan kesehatan secara keseluruhan.

Terlalu banyak minum air juga dapat membuat otak membengkak dan mengganggu fungsi normal. Gejala masalah ini meliputi sakit kepala, bingung, mual, muntah dan seseorang menjadi lupa.

Baca juga: Minum Air Kelapa Campur Garam Setelah Vaksin? Ini Fakta Kesehatan yang Kamu Perlu Tahu

Jika tidak segera ditangani, maka kondisi ini dapat menyebabkan gejala lain, seperti bicara menjadi cadel, lemah, halusinasi, kram otot, gangguan fungsi otak, kejang dan koma.

Keracunan air cenderung terjadi di antara orang dewasa yang melakukan lari maraton, melakukan pelatihan militer dan memiliki kondisi kesehatan mental seperti polidipsia psikogenik atau minum air secara kompulsif dan skizofrenia.

Tak hanya orang dewasa, kondisi ini juga bisa terjadi pada bayi. Bayi berusia di bawah enam bulan beum boleh diberi air karena perutnya kecil dan ginjalnya belum berkembang. Jika mereka diberi air atau susu formula yang terlalu encer, mereka mungkin mengalami keracunan air.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Fitri
Abul Muamar
Editor
Fitri
Writer
JOIN US
JOIN US