The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Waspada! Pakar Sebut Omicron BA.4 & BA.5 Mampu Hindari Sistem Imun dan Cepat Menyebar
Ilustrasi penularan Omicron (Unsplash/libre de droit)
Health

Waspada! Pakar Sebut Omicron BA.4 & BA.5 Mampu Hindari Sistem Imun dan Cepat Menyebar

Senin, 13 Juni 2022 09:27 WIB 13 Juni 2022, 09:27 WIB

INDOZONE.ID - Subvarian omicron BA.4 dan BA.5 yang diyakini menjadi ‘biang kerok’ lonjakan kasus COVID-19 beberapa waktu terakhir disebutkan punya kemampuan menghindari sistem imun.

Tak hanya itu, mutasi virus yang sangat mirip dengan Delta ini juga lebih cepat menyebar.

“Terkait kemampuan untuk menghindari sistem imun, dua varian baru ini kemungkinan besar memiliki kemampuan tersebut,” ucap Dokter Spesialis Paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Erlina Burhan saat memaparkan data interim (sementara) perekmbang omicron subvarian BA.4 dan BA.5, Minggu (12/6/2022).

Erlina menjelaskan ada bukti beberapa perubahan antigenik dibandingkan dengan BA.2 berdasarkan pemodelan struktural.

Pemodelan struktural ini menunjukkan kemungkinan ada perubahan antigenik yang terkait dengan L452R yang ditemukan di varian Delta DAN F486V yang keduanya dapat memengaruhi peningkatan antibodi.

“Ini level kepercayaannya sedang jadi mungkin kita lebih percaya bahwa BA.4 dan BA.5 ini mudah menular karena kemampuan menghindari sistem imun,” sambungnya.

Terkait penyebaran, Erlina juga mengungkap kerabat Omicron ini lebih cepat menyebar karena punya kemampuan berkembang biak yang baik.

Baca juga: Waspada, Meski Gejalanya Ringan, Epidemiolog Sebut BA.4 dan BA.5 Tak Bisa Disepelekan!

Hal ini sesuai data analisis dari UK Health Security Agency yang menyebut subvarian BA.4 dan BA.5 berkembang lebih cepat dibanding BA.2.

“Kemampuan berkembang biaknya ini lebih tinggi dibandingkan BA.2 tapi level kepercayaannya masih rendah karena ini varian baru sehingga datanya masih sedikit,” bebernya.

Kemampuan berkembang biak yang tinggi ini juga dibuktikan dengan data yang tersedia dari Afrika Selatan yang menunjukkan bahwa BA.4 dan BA.5 meningkat dan mungkin sudah menjadi varian dominan.

“Pada 26 April, insiden mingguan yang dilaporkan di Afrika Selatan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan minggu sebelumnya dan hasil tes positifnya pun telah meningkat,” jelas Erlina. 

Adapun untuk tingkat keparahan, dua varian yang terdeteksi di Bali ini belum menunjukkan perbedaan gejala yang signifikan. 

“Untuk tingkat keparahan, saat ini karena kasusnya masih sedikit belum ada indikasi lebih parah. Jadi minimal sama dengan varian Omicron yang original. Belum terlihat indikasi perbedaan gejala mungkin karena baru sedikit (kasusnya),” pungkas Erlina. 
 


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
Anisa Rizwani

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US