The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Hasil Otopsi Ungkap George Floyd Terinfeksi Virus Corona
Kiri: George Flyod. (Nypost) / Kanan: Polisi Minneapolis yang tega melumpuhkan Floyd hingga meninggal. (DailyMail)
Health

Hasil Otopsi Ungkap George Floyd Terinfeksi Virus Corona

Tanpa gejala.

Kamis, 04 Juni 2020 17:40 WIB 04 Juni 2020, 17:40 WIB

INDOZONE.ID - Hasil otopsi lengkap George Floyd, pria kulit hitam yang meninggal karena lehernya ditindih oleh seorang petugas kepolisian Minneapolis telah dirilis kemarin atas izin keluarga. Dalam laporan setebal 20 halaman itu ada beberapa rincian klinis yang dijabarkan. Salah satunya adalah Floyd ternyata positif terinfeksi virus corona (Covid-19).

Berdasarkan pemeriksaan swab hidung postmortem terungkap adanya virus corona baru atau SARS-CoV-2 di tubuh Floyd. Hasil rekam medis menunjukkan dirinya terinfeksi Covid-19 sejak 9 April lalu namun tidak ada gejala. Laporan tersebut dikeluarkan oleh Kepala Pemeriksa Medis Andrew Baker.

"Karena… konfirmasi positif untuk [Covid-19] dapat bertahan selama berminggu-minggu setelah terinfeksi dan resolusi penyakit klinis, hasil otopsi kemungkinan besar mencerminkan positif tanpa gejala tetapi persisten… dari infeksi sebelumnya,” tulis Baker seperti yang dikutip dari New York Post, Kamis (4/6/2020).

Selain itu, dalam laporan hasil otopsi juga dikatakan paru-paru Floyd tampak sehat tetapi ada penyempitan pembuluh darah di jantung. Namun Covid-19 bukanlah penyebab kematian Floyd. Dalam laporan menyatakan penyebab kematian Floyd adalah pembunuhan karena lehernya ditindih sehingga jantungnya berhenti.

Sebelumnya ada laporan otopsi yang mencantumkan keterangan Floyd menglami keracunan fentanil dan penggunaan metamfetamin baru. Namun rincian itu dimasukkan kategori kondisi signifikan lainnya, bukan dalam kategori penyebab kematian. Catatan kaki pada laporan lengkap mencatat adanya tanda-tanda toksisitas fentanyl yaitu depresi pernapasan parah dan kejang.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US