The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Orang Kurus Bebas dari Ancaman Diabetes? Ini Faktanya
Ilustrasi pasien diabetes (Personnel Today)
Health

Orang Kurus Bebas dari Ancaman Diabetes? Ini Faktanya

Ada risikonya juga

Jumat, 10 Juli 2020 20:29 WIB 10 Juli 2020, 20:29 WIB

INDOZONE.ID - Diabetes termasuk penyakit yang mematikan karena dapat mengancam nyawa seseorang. Umumnya, diabetes rentan terjadi pada mereka yang obesitas karena mengalami gangguan metabolik. Namun bukan berarti orang yang kurus atau memiliki berat badan ideal bebas dari ancaman diabetes.

Menurut dr. Dante Saksono Harbuwono, SpPD-KEMD, diabetes disebabkan oleh dua faktor utama yaitu gaya hidup yang tidak sehat dan keturunan. Pada orang yang gaya hidupnya tidak sehat, mereka akan mengalami obesitas hingga mengganggu fungsi hormon insulin untuk mengatur kadar gula darah. Namun pada orang yang keturunan diabetes, masalahnya ada di fungsi pankreas.

"Diabetes karena faktor genetik orangnya tidak perlu gemuk, yang kurus juga bisa terkena. Kalau pada keturunan, yang terganggu adalah pankreas, tidak bisa produksi hormon insulin. Hormon insulin yang sedikit bisa juga membuat gula darah naik," kata dr Dante dalam suatu webinar, Jumat (10/7/2020).

Dia menekankan, orang yang obesitas memang memiliki risiko terkena diabetes lebih besar. Tapi bukan berarti orang yang kurus atau punya berat badan ideal bebas dari ancaman diabetes. Sebab bisa jadi ia adalah keturunan diabetes.

"Kalau bapak atau ibunya diabetes, maka kemungkinan terkena diabetes 30 persen. Sedangkan kalau bapak dan ibunya diabetes, maka kemungkinan kena diabetes jadi 60 persen," ucap dr Dante.

Pada orang-orang yang ada keturunan diabetes, akhirnya bisa terkena diabetes juga. Namun waktu munculnya berbeda. Ada yang terkena diabetes di usia lanjut, tapi ada juga yang terkena diabetes di usia muda. Oleh karenanya sangat penting untuk melakukan pemeriksaan teratur dan identifikasi.

Di sisi lain, cepat atau lambatnya muncul diabetes pada orang-orang yang memiliki faktor keturunan turut ditentukan oleh gaya hidup. Jika sudah ada faktor risiko keturunan, disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan bernutrisi dan gizi seimbang serta rutin berolahraga.

"Kalau jaga pola hidup bisa terbebas dari diabetes atau kalaupun terkena diabetes gejalanya ringan dan di usia lanjut," pungkas dr Dante.

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
JOIN US
JOIN US