The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Tenang! Minum Air Galon Masih Aman Gak Bikin Mandul dan Kanker, Ini Studinya
Ilustrasi galon guna ulang. (FREEPIK/benzoix)
Health

Tenang! Minum Air Galon Masih Aman Gak Bikin Mandul dan Kanker, Ini Studinya

Aman digunakan.

Sabtu, 01 Oktober 2022 18:30 WIB 01 Oktober 2022, 18:30 WIB

INDOZONE.ID - Belakangan polemik seputar Bisfenol A (BPA) yang terdapat dalam kemasan galon guna ulang diklaim dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti kanker dan kemandulan. Padahal, sejauh ini belum ada riset yang konklusif terkait dampak BPA terhadap kesehatan dan belum ada riset yang relevan dengan kondisi di Indonesia.

Sejumlah badan kesehatan terkemuka dari seluruh dunia (termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan AS, Health Canada, Otoritas Keamanan Pangan Eropa dan Standar Makanan Australia Selandia Baru), menyatakan bahwa paparan BPA tidak menimbulkan risiko kesehatan atau masalah keselamatan bagi orang-orang dari segala usia.

Baca juga: CEK FAKTA: Penggunaan Galon Air Minum Berulang Tidak Menimbulkan Bahaya

Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. dr. Aru Wisaksono Sudoyo SpPD-KHOM, menyatakan bahwa tidak tepat mengaitkan kanker dengan BPA.

“Sampai saat ini belum ada buktinya. Tidak cukup data untuk menyatakan BPA menyebabkan kanker. Kita perlu mengumpulkan data yang lebih banyak lagi dalam beberapa tahun ke depan sampai kita benar-benar yakin tentang hal ini,” tegasnya.

Prof Aru menjelaskan bahwa kanker justru disebabkan oleh 3 faktor yang berkaitan dengan gaya hidup dan ini sudah dibuktikan melalui bukti ilmiah.

Pertama, overweight atau obesitas, gaya hidup kurang olahraga, dan pola makan tidak sehat.

Selain tiga faktor tersebut  faktor lain seperti zat kimiawi dari lingkungan pengaruhnya sangat kecil hanya sekitar 2%.

“Isu rokok lebih penting dikaitkan dengan kanker dibandingkan BPA. Sekali lagi, masih ada konflik data terkait BPA menyebabkan kanker,” jelas Prof. Aru.

BPA adalah zat yang terdapat dalam kemasan, biasanya kaleng atau plastik. Fungsinya untuk memperkuat daya tahan kemasan sehingga bisa digunakan ulang. Komposisi BPA dalam wadah atau kaleng ini sangat kecil, dan tidak mudah untuk terurai.

Baca juga: Mata Air Ajaib, Semenit Bisa Hasilkan 9 Galon Air sampai Dibawa Jokowi ke IKN Nusantara

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Laurentius Aswin Pramono, M-Epid mengatakan terkait dengan endokrin, pada dasarnya semua bahan kimia bersifat endocrine disruptor, yaitu komponen kimiawi yang bisa mengganggu fungsi sistem endokrin dan reproduktif dalam tubuh kita.

Hanya saja, butuh kadar yang sangat besar dalam satu waktu secara bersamaan. Dr. Aswin juga menjelaskan kalau kandungan BPA dalam galon guna ulang hanya 0,001% dari ambang batas yang bisa mengganggu.

BPA yang masuk ke tubuh sehari-hari dalam jumlah kecil tidak akan terakumulasi, sehingga potensinya sangat minim untuk bisa menimbulkan endocrine disruption.

Secara etiologi dalam skala global, tidak ada hubungan kausalitas yang kuat antara BPA dengan berbagai penyakit, seperti kanker dan gangguan endokrin.

"Tidak seperti rokok dengan kanker paru, atau virus HPV dengan kanker serviks, yang memang secara etiologi hubungan kausalitasnya sangat kuat,” papar dr. Aswin.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dewi Kania
Fitri
Dewi Kania

Dewi Kania

Editor
Fitri

Fitri

Writer
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US