The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Positif COVID-19, ASI Wanita Ini Berubah Warna Jadi Hijau Neon, Berbahayakah?
Kolase ibu menyusui danASI yang berubah warna (Pixabay/South_agency/Instagram/ ashmiry_)
Health

Positif COVID-19, ASI Wanita Ini Berubah Warna Jadi Hijau Neon, Berbahayakah?

Minggu, 13 Februari 2022 13:05 WIB 13 Februari 2022, 13:05 WIB

INDOZONE.ID - Baru-baru ini, seorang ibu muda dari Meksiko mengaku mengalami efek samping aneh akibat infeksi COVID-19. Wanita bernama Anna Cortez itu menyebut ASI-nya berubah warna menjadi hijau neon.

Tak cuma Anna, pengalaman serupa juga dibagikan seorang ibu dari dua anak dari AS. Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Ashmiry membagikan foto ASI perah sebelum dan sesudah terinfeksi COVID-19. Di mana ASI yang dihasilkannya saat terinfeksi COVID-19 tampak berwarna kehijauan.

"Perubahan warna mengindikasikan bahwa tubuh saya menghasilkan persis apa yang Rubi (anaknya) butuhkan! Antibodi, ekstra lemak dan kebaikan murni," tulisnya, seperti yang dikutip Indozone dari The Mirror, Minggu (13/2/2022).

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by @ashmiry_

Lantas apakah perubahan warna ASI terbuat berbahaya?

Melansir dari Daily Star, seorang ahli mengungkap perubahan warna ASI yang dialami Anna dan Ashmiry terjadi akibat respon tubuh yang memicu antibodi.

Antibodi dalam tubuh muncul untuk melawan virus corona dan melindungi si bayi. Ahli di bidang ASI itu bahkan mengaku sering menemukan pasiennya mengeluhkan perubahan warna ASI ketika terinfeksi virus.

"Perubahan warna ASI yang dialami oleh mereka sama seperti wanita lainnya. Mereka jatuh sakit dan ASI mereka berubah warna, tapi mereka terus berusaha memberi bayinya asupan makan," ujarnya.

Untuk kasus Anna sendiri, dia telah menceritakan kondisinya pada dokter. Bahkan dia juga melakukan konsultasi laktasi akibat perubahan warna ASI-nya.

"Mereka semua berkata bahwa kondisi ini sangat wajar terjadi pada ibu yang sedang sakit atau ketika bayi sakit karena flu maupun virus perut. ASI pasti akan berubah dan beradaptasi dengan antibodi," ujar Anna.

Sementara itu, perubahan ASI Anna yang mencolok seperti hijau neon sekarang ini dipengaruhi oleh serangan virus yang sangat kuat.

"Dokter anak telah memberi tahu saya harus tetap menyusui anak ketika dinyatakan positif virus corona, karena langkah itu yang terbaik untuk kesehatannya. ASI akan memberikan semua nutrisi yang dibutuhkan bayi. Jika dia sakit, asupan ASI ini akan membantu melawannya," ujarnya.

Lebih lanjut, Anna mengatakan bahwa tubuh akan memberikan respons otomatis ketika terserang penyakit atau virus. Jika ibu mengalami perubahan warna ASI, artinya tubuh memang membutuhkan hal itu sebagai antibodi untuk melawan penyakit.

Baca juga: Kontak Erat dengan Pasien Omicron, Perlukah Langsung Tes COVID-19?

Sementara itu, menurut peneliti ASI di Imperial College London sekaligus pendiri Human Milk Foundation, Dr Natalie Shenker mengatakan bahwa wanita yang terinfeksi virus corona memang menghasilkan antibodi COVID-19 di dalam ASI.

"Antibodi yang ada di dalam ASI ini adalah jenis antibodi yang bisa membunuh virus," jelasnya.

Natalie turut menegaskan bahwa virus corona tidak akan masuk ke dalam ASI. Hal ini sudah dibuktikan oleh riset bahwa tidak ada virus Corona yang masuk ke dalam ASI dan proses menyusui tidak akan menularkan virus.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Anisa Rizwani
JOIN US
JOIN US