The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

WHO Sebut Petinggi Moderna Tak Mengerti Tentang 'Kemanusiaan'
Vaksin Moderna (REUTERS/DAVID W CERNY)
Health

WHO Sebut Petinggi Moderna Tak Mengerti Tentang 'Kemanusiaan'

Kamis, 14 Oktober 2021 08:50 WIB 14 Oktober 2021, 08:50 WIB

INDOZONE.ID - Hingga saat ini, vaksin Moderna masih yang paling baik untuk atasi COVID-19 karena tingkat efikasinya yang tinggi. Namun, WHO malah mengatakan Moderna tak memikirkan orang lain. Maksudnya?

Jadi vaksin Moderna adalah vaksin yang paling baik saat ini, namun suplai untuk vaksin ini masih terbatas. Maka dari itu, WHO meminta kepada Moderna untuk membagikan paten atau formulanya untuk meningkatkan produksi.

Namun hal ini malah ditolak oleh Moderna. Penolakan secara halus ini dikatakan oleh salah satu pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Moderna, Noubar Afeyan. Ia mengatakan akan meningkatkan produksi dari vaksin tersebut.

"Dalam enam hingga sembilan bulan ke depan, cara yang paling bisa diandalkan untuk membuat vaksin berkualitas tinggi dan efisien adalah dengan kita membuatnya sendiri," kata Noubar.

Perlu diketahui, membagikan kekayaan intelektual saat ini adalah hal yang biasa di masa pandemi. Contohnya seperti AstraZeneca yang dari Inggris membagikan formulanya kepada negara India dan Korea Selatan agar bisa diproduksi di sana.

WHO sendiri mengatakan bahwa sifat membagi kekayaan intelektual ini hanya bersifat sementara saja hingga pandemi berakhir. Namun karena Moderna tak mau, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebutkan bahwa hal tersebut menunjukkan rasa kemanusiaan yang gagal.

"Memperdebatkan apakah hak kekayaan intelektual bisa dikesampingkan dulu di tengah krisis yang tidak terduga, di mana ribuan jiwa hilang setiap minggu, ini tidak benar. Mengapa kita memilikinya bila tidak digunakan untuk sekarang?" kata Tedros.

"Kita harus menghargai peran swasta dalam respons COVID-19 dan pengembangan vaksin yang singkat. Tapi kita harus memastikan akses untuk semua orang. Pelepasan hak kekayaan intelektual ini sementara, hanya sampai pandemi berakhir," pungkasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Muhammad Alfath Ishari
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US