The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Wabah Virus Ebola di Kongo Dinyatakan Berakhir
etugas kesehatan menyesuaikan perlengkapan saat pemakaman seseorang yang diduga meninggal karena Ebola di Beni, Provinsi Kivu Utara Republik Demokratik Kongo, (REUTERS/Goran Tomasevic/File Photo)
Health

Wabah Virus Ebola di Kongo Dinyatakan Berakhir

Berlangsung sejak Februari.

Rabu, 05 Mei 2021 15:09 WIB 05 Mei 2021, 15:09 WIB

INDOZONE.ID - Wabah virus Ebola yang terjadi di Kongo dinyatakan telah berakhir. Virus Ebola menyebabkan penyakit yang seringkali mematikan menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh.

Virus tersebut membunuh rata-rata sekitar setengah dari mereka yang terinfeksi muncul kembali pada Februari lalu. Dilansir dari website resmi PBB, virus tersebut muncul kembali sembilan bulan setelah wabah lain di provinsi yang sama dinyatakan berakhir.

Dalam siaran persnya, WHO mengucapkan selamat kepada otoritas kesehatan di Republik Demokratik Kongo, dan petugas kesehatan di lapangan atas tanggapan cepat mereka berdasarkan pengalaman negara tersebut sebelumnya dalam menangani wabah Ebola.

Baca Juga: Sebelum Menyebar Lebih Luas, Wabah Ebola Harus Dihentikan

11 kasus yang dikonfirmasi dan satu kemungkinan kasus yang mengakibatkan enam kematian dan enam pemulihan dicatat di empat zona kesehatan di Kivu Utara, dari 7 Februari, ketika Kementerian Kesehatan mengumumkan kebangkitan Ebola di Butembo, Kongo.

Hasil dari sekuensing genom yang dilakukan oleh National Institute of Biomedical Research menemukan bahwa kasus Ebola pertama yang terdeteksi dalam wabah terkait dengan wabah sebelumnya, tetapi sumber infeksinya belum ditentukan.

“Penghargaan yang besar harus diberikan kepada petugas kesehatan lokal dan otoritas nasional atas tanggapan yang cepat, keuletan, pengalaman dan kerja keras untuk mengendalikan wabah ini," kata Dr Matshidiso Moeti, Direktur Regional WHO untuk Afrika. 

“Meskipun wabah telah berakhir, kami harus tetap waspada untuk kemungkinan kebangkitan dan pada saat yang sama menggunakan keahlian yang berkembang dalam tanggap darurat untuk mengatasi ancaman kesehatan lain yang dihadapi negara ini.”

Dengan hampir 60 ahli di lapangan, WHO membantu pekerja lokal untuk melacak kontak penyebaran virus segera setelah wabah diumumkan.

Mereka membantu memberikan pengobatan, melibatkan masyarakat dan memvaksinasi hampir 2.000 orang yang berisiko tinggi, termasuk lebih dari 500 pekerja garis depan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fiddy Anggriawan
Lanjar Wiratri
JOIN US
JOIN US