The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

WHO Berhasil Lacak Anggota Baru 'Keluarga' Omicron: BA.4 dan BA.5 Terpantau Bergejala Sama
Ilustrasi virus Omicron (Freepik)
Health

WHO Berhasil Lacak Anggota Baru 'Keluarga' Omicron: BA.4 dan BA.5 Terpantau Bergejala Sama

Tetap waspada.

Minggu, 17 April 2022 17:10 WIB 17 April 2022, 17:10 WIB

INDOZONE.ID - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)  berhasil melacak keberadaan subvarian baru dari COVID-19 Omicron. Subvarian BA.4 dan BA.5 itu terdeteksi pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan.

"Sudah dominan di Afrika Selatan. Namun, ini masih belum jelas, sebab kami memiliki gelombang BA.2 yang jauh lebih besar dan harus tetap diawasi," bunyi keterangan WHO yang dikutip dari Express UK, Minggu (17/4/2022).

Selain itu, kemunculan subvarian baru Omicron ini juga telah dikonfirmasi Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) dan disebut sebagai 'varian dalam perhatian' sejak 8 April 2022.

"Dua varian baru diidentifikasi sebagai bagian dari pemindaian cakrawala pada 4 April 2022. Penelitian sedang dilakukan untuk secara tepat menentukan filogeni varian ini.”

"Ini telah ditetapkan sebagai garis keturunan BA.4 dan BA.5 dan diklasifikasikan oleh VTG pada 6 April 2022, masing-masing sebagai V-22APR-03 dan V-22APR-04," ungkap penelito tersebut.

Gejala yang ditimbulkan

Adapun menurut WHO, subvarian BA.4 dan BA.5 ini memilki gejala yang sama dengan varian COVID-19 lainnya.

Hal serupa juga telah diklaim oleh seorang profesor kedokteran penyakit menular dari Northwestern,  dr Michael Angarone.

"Jadi ini virus yang sama, jadi SARS Coronavirus 2, jadi kami melihat gejala yang sama," katanya, seperti dikutip dari Deseret News.

Sehingga jka merujuk pada gejala COVID-19 secara umum, maka gejala yang sama tersebut meliputi:

  • Demam
  • Batuk
  • Kelelahan
  • Hilangnya rasa atau bau
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Sakit dan nyeri
  • Diare
  • Ruam pada kulit, atau perubahan warna jari tangan atau kaki
  • Mata merah atau iritasi

Lantas, apakah varian ini lebih berbahaya?

Hingga kini, WHO  belum bisa memastikan apakah subvarian BA.4 dan BA.5 ini lebih berbahaya daripada strain aslinya.

Baca juga: Negatif Omicron Tapi Masih Merasakan Gejala? Waspada, Long COVID-19 yang Lebih Berbahaya!
Namun, sejauh ini, subvarian BA.4 dan BA.5 sudah terdeteksi di beberapa negara, seperti Afrika Selatan, Denmark, Botswana, Skotlandia, dan Inggris.

Hasil laporan menyhe but, pada kelompok usia 30-50 tahun yang telah divaksinasi penuh, infeksi keluarga baru Omicron ini hanya menyebabkan gejala ringan.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Anisa Rizwani
JOIN US
JOIN US