The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ini Pendapat CEO BOOM Esports Terkait ‘Penalti’ yang Diterapkan Morph Team Terhadap Jeixy!
Kiri: Pemain PUBG Mobile Jeixy dari Morph, Kanan: CEO BOOM Esports, Gary Ongko Putera (photo/Morph Team/Instagram/@boomid1)
Game

Ini Pendapat CEO BOOM Esports Terkait ‘Penalti’ yang Diterapkan Morph Team Terhadap Jeixy!

CEO BOOM Esports: Oke-oke saja, Tetapi...

Kamis, 14 Januari 2021 14:45 WIB 14 Januari 2021, 14:45 WIB

INDOZONE.ID - Baru-baru ini komunitas PUBG Mobile di Indonesia cukup dihebohkan dengan pengumuman Morph yang memutuskan untuk mengeluarkan salah satu pemain miliknya, Herli 'Jeixy' Juliansah dengan alasan tertentu.

Namun hal yang mengundang tanda tanya banyak orang terkait pengumuman tersebut adalah penalti yang diberikan oleh pihak Morph sendiri yang telah melarang Jeixy untuk bergabung dengan tim apapun dalam jangka waktu tertentu.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by 1st Beyond Esports team ???????? (@morph.team)


Lantas apakah penalti seperti itu bisa diterapkan di dalam dunia Esports? INDOZONE pun berkesempatan untuk berbincang dengan CEO BOOM Esports, Gary Ongko Putera terkait penerapan penalti tersebut.

Gary mengatakan bahwa sebenarnya penalti ini bisa saja dilakukan asalkan kontrak antara pemain dengan organisasi masih berlaku. Namun dalam dunia Esports sendiri hal ini lebih cocok disebut sebagai 'benched' daripada di-kick dan memberikan penalti.

"Kalau soal penalti begitu menurut saya oke-oke saja. Asalkan pemain tetap digaji atau istilahnya di 'bench' dan bukan terminate. Dan itu mungkin salahnya dari Morph sendiri," tulis Gary saat dihubungi INDOZONE.

Mantan pemain CS:GO profesional di Indonesia ini juga mengatakan bahwa jika misalnya Jeixy dan juga Morph tidak memiliki keterikatan kontrak lagi, maka penalti tersebut bisa dibilang tidak masuk akal.

"Mana mungkin bisa orang tidak digaji, di terminate, tapi tetap 'haknya' ada di Morph," lanjut Gary.

Gary juga mengatakan bahwa di BOOM Esports sendiri, dirinya juga pernah melakukan hal 'serupa' namun tetap menganggapnya sebagai 'bench' atau 'available for transfer'.

"Kita 'pernah' melakukan hal seperti ini, namun apa yang saya bilang bahasanya benching, dan itu juga tidak dipublikasi atau dibilang available for transfer,"

Kita lihat saja sampai kapan penalti tersebut bakal berlaku dan kemana Jeixy akan berlabuh selanjutnya. Tulis pendapat kalian tentang hal ini di komentar ya!

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Ferry Andika
JOIN US
JOIN US