The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sosiolog Katakan Situasi Panas Masih Belum Berakhir Sampai 22 Mei
photo/ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Sosiolog Katakan Situasi Panas Masih Belum Berakhir Sampai 22 Mei

indozone
Indozone News Rabu, 15 Mei 2019 21:09 WIB
Sosiolog Universitas Indonesia Thamrin Amal Thomagola memberikan perkiraan mengenai situasi panas pascapemilu yang saat ini belum akan berakhir, meskipun KPU telah mengumumkan hasil perolehan suara resmi pemilu 2019, pada 22 Mei mendatang.

"Setelah pemungutan suara pemilu pada 17 April lalu, dan setelah pengumuman hasil suara pemilu secara resmi oleh KPU, masih sulit terjadi rekonsiliasi," kata Thamrin Amal Thomagola, pada diskusi di Media Center Cemara, Menteng, Jakarta, Rabu.

Thamrin mengatakan bahwa situasinya masih panas dan masih akan muncul gejolak-gejolak dari kelompok pendukung pasangan capres-cawapres nomor 02 yang merasa kurang puas, terutama di media sosial.

"Namun, gejolak-gejolak tersebut secara perlahan-lahan akan mereda, sampai pada pelantikan presiden dan wakil presiden pada Oktober mendatang," katanya.

Lebih lanjut, Thamrin memperkirakan, rekonsiliasi baru bisa dibangun lagi setelah pelantikan presiden dan wakil presiden dan setelah berjalannya pemerintahan periode berikutnya.

Thamrin mengatakan bahwa pascapemilu gerakan keagamaan, berangsur-angsur akan menurun, tapi hanya fanatisme dukungan terhadap pemimpin politik yang masih ada.

"Kalaupun ada aksi-aksi demo, tidak akan besar," katanya.

Ia menegaskan, ketegangan yang terjadi saat ini bukanlah konflik masyarakat, namun konflik antar-elite politik, yang menyeret tokoh masyarakat dan kemudian mempengaruhi sebagian masyarakat.

"Masyarakat Indonesia Indonesia sesungguhnya, hidup tenang, damai, dan rukun. Namun, sebagian masyarakat terpengaruh oleh konflik elite politik," ujarnya.