Wapres Katakan Pendidik Asing Jangan Langsung Menjabat Sebagai Rektor
photo/ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Forum

Wapres Katakan Pendidik Asing Jangan Langsung Menjabat Sebagai Rektor

"Jadi bisa dimulai dari sebagai penasihat teknis..."

Zal
Selasa, 06 Agustus 2019 20:14 WIB 06 Agustus 2019, 20:14 WIB

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa dengan kehadiran tenaga pendidik dari universitas asing merupakan hal yang memang diperlukan untuk meningkatkan standar mutu pendidikan tinggi di Indonesia. Namun, ia menyebutkan sebaiknya WNA itu tidak langsung menjabat sebagai rektor.

"Saya setuju rektor asing tapi melalui tahapan sehingga mereka, universitas juga tidak shock, rektornya juga tidak shock. Jadi bisa dimulai dari sebagai penasihat teknis, dekan, baru kalau mau dimajukan jadi rektor," kata Jusuf Kalla (JK) di Kantor Wapres Jakarta, Selasa.

Kalau profesor asing langsung menjabat sebagai rektor, maka hal tesebut dapat menyulitkan bagi kedua belah pihak, yakni tenaga ahli dari perguruan tinggi dalam negeri dan tenaga ahli asing itu sendiri.

"Kalau rektor kan urusannya banyak, ada urusan anggaran, urusan sosial, urusan raker, policy sehingga kalau dari asing bisa bingung dia. Jadi saya bilang dekan dulu, dekan kan sangat teknis atau malah konsultan teknis dulu masuk," ujarnya.

Selain itu, Wapres mengatakan bahwa kehadiran tenaga pendidik asing berkualitas, bisa menjadi daya dorong bagi perguruan tinggi di Indonesia untuk memperbaiki sistem pendidikan tingginya. Apalagi, kemajuan teknologi semakin cepat berkembang dan kualitas sumber daya manusia Indonesia harus meningkat.

"Kita perlu standar global karena teknologi sudah sangat cepat. Universitas kita juga harus cepat majunya sehingga dipandang perlu ada daya dorong lebih kuat yang salah satunya mendatangkan dosen-dosen dan ahli-ahli," katanya.

Lebih lanjut, Wapres juga mengatakan bahwa kehadiran tenaga pendidik dan ahli dari luar negeri adalah salah satu bagian dari program kerja sama yang dilakukan antara universitas asing terbaik dengan perguruan tinggi di Indonesia.

Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi menargetkan sedikitnya lima PTN akan dipimpin rektor terbaik dari luar negeri pada 2024. Hal tersebut memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas PTN dalam menciptakan lulusan di era persaingan global.

    TAG
    Editor Media
    Editor Media

    Zal

    Editor
    ARTIKEL LAINNYA
    LOAD MORE