JK Mengatakan Wajar Kalau Parpol Minta Jatah Kursi Menteri
photo/ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Forum

JK Mengatakan Wajar Kalau Parpol Minta Jatah Kursi Menteri

Indozone Media
Rabu, 10 Juli 2019 22:22 WIB 10 Juli 2019, 22:22 WIB

INDOZONE.ID - Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Jusuf Kalla mengatakan bahwa keinginan partai politik yang terang-terangan menuntut jatah kursi menteri di Kabinet Kerja Jilid II adalah sebuah hal yang wajar, mengingat partai tersebut memberikan dukungan kepada capres pada saat Pemilu Presiden 2019.

"Ya partai pendukung presiden, yang dapat kursi di DPR, berhak mendapat jatah menteri; itu berhak karena juga Pemerintah butuh dukungan di DPR. Kalau mereka tidak ada wakil di kabinet, bagaimana Pemerintah mendapat dukungan di DPR dari partai bersangkutan," kata JK, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu.

Selain itu, JK mengatakan bahwa partai boleh saja meminta jatah kursi menteri sebanyak-banyaknya untuk di kabinet baru nanti. Tapi partai tak boleh lupa bahwa keputusan pengisian posisi menteri di pemerintahan adalah hak prerogatif Presiden Joko Widodo.

"Silakan saja. Tapi yang menentukan siapa, berapa, itu Presiden. Selama parpol mengusulkan, itu silakan saja. Keputusan siapa dan berapa itu kan tergantung perolehan kursi di DPR dan kapasitas yang dibutuhkan, karena harus profesional walaupun jadi menteri," ujar Jusuf Kalla lagi.

Usai ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sebagai presiden dan wapres terpilih, Joko Widodo-Ma'ruf Amin kini mempunyai pekerjaan rumah untuk menyusun nama-nama menteri yang akan mengisi Kabinet Kerja Jilid II.

Seluruh partai koalisi pengusung pasangan itu pun tentu menginginkan jabatan elit di 33 kementerian dan sejumlah lembaga pemerintahan non-kementerian, sebagai bentuk 'balas budi' atas dukungan yang diberikan selama Pemilu Presiden 2019.

TAG
Indozone Media
Indozone Media

Zal

Editor